MENU Rabu, 01 Apr 2026

Di Acara Pisah Sambut Kapolda, Gubernur Meki Nawipa Tekankan Pentingnya Sinergi Membangun Daerah

waktu baca 2 menit
Rabu, 1 Apr 2026 11:36 110 Yan Willim

NABIRE – Gubernur Provinsi Papua Tengah Meki Nawipa menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya persahabatan, pengabdian, dan kerja nyata dalam membangun masa depan provinsi pada acara pisah sambut Kapolda Papua Tengah di Kantor Gubernur Papua Tengah, Nabire. Dikatakan dalam sambutannya pada acara pisah sambut yang digelar di Aula Mapolres Nabire, Selasa (31/3/2026) kemarin.

Acara tersebut menandai pergantian kepemimpinan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Tengah dari Irjen Alfred Papare kepada Brigjen Jeremias Rontini.

Dalam sambutannya, Meki mengenang perjalanan panjang kerja sama dengan jajaran kepolisian, mulai dari diskusi santai hingga menghadapi dinamika keamanan di berbagai wilayah.

“Kita datang dan pergi dalam hidup ini biasa. Tapi tidak ada yang bisa kita bawa selain pertemanan,” ucapnya.

Gubernur Meki juga mengisahkan pengalaman mendadak mencarter pesawat dari Sentani untuk menjemput Jaksa Agung beberapa waktu lalu akibat keterlambatan penerbangan. Bagi dirinya, hal itu menjadi simbol komitmen untuk menjaga hubungan kerja dan tanggung jawab terhadap negara.

Dirinya mengungkapkan kebanggaan melihat putra-putri Papua kini mampu menempati posisi strategis dalam institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

“Waktu saya lihat orang Papua jadi bintang dua, saya bangga. Ternyata orang Papua juga bisa,” katanya, menegaskan bahwa capaian tersebut membuktikan generasi muda Papua memiliki kemampuan yang tidak kalah dan mampu bersaing di tingkat nasional.

Ia menekankan pentingnya komunikasi informal yang kerap dibangun melalui pertemuan sederhana. Ditambahkannya pengalaman menghadapi konflik di wilayah Puncak Jaya, di mana ia fokus untuk menghadirkan perdamaian. “Saya datang hanya untuk selesaikan perdamaian,” jelasnya.

Kepada Kapolda baru, Meki memberikan pesan agar melanjutkan fondasi kerja yang telah dibangun oleh pejabat sebelumnya, dengan mengedepankan komunikasi, kolaborasi, dan aksi nyata.

“Tidak perlu kita hidup di media sosial. Kerja nyata itu bunyinya lebih nyaring,” tegasnya.

Ia mengakui bahwa membangun Papua Tengah sebagai daerah otonomi baru bukan hal yang mudah. Keterbatasan sumber daya manusia hingga fasilitas masih menjadi tantangan utama.

“Kita bukan Tuhan, tidak semua bisa sempurna. Tapi apa yang kita mulai, itu akan jadi dasar ke depan,” ujarnya.

Meski demikian, Meki optimis bahwa dengan sinergi antara pemerintah daerah dan aparat keamanan, stabilitas di Papua Tengah akan terus terjaga. Ia menyebutkan kondisi di Nabire telah menunjukkan kemajuan dengan situasi yang semakin kondusif, seiring dengan kuatnya komunikasi dan koordinasi antar pihak.

Menutup sambutannya, Meki mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan berkolaborasi guna menghadirkan kedamaian.

“Kita ingin surga itu ada di tanah ini. Dan itu hanya bisa terjadi kalau kita kerja sama,” pungkasnya.

LAINNYA
x
error: Content is protected !!