MENU Rabu, 01 Apr 2026

Pemprov Papua Tengah Komitmen Sinergi dengan Gereja untuk Pembangunan Manusia Seutuhnya

waktu baca 3 menit
Senin, 2 Feb 2026 11:42 405 admin

PANIAI — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah menegaskan komitmennya untuk terus membangun sinergi dengan gereja dalam mewujudkan pembangunan manusia seutuhnya di Tanah Papua. Penegasan tersebut disampaikan dalam sambutan Gubernur Papua Tengah pada pembukaan Musyawarah Pastoral Mee (Muspas Mee) VIII yang digelar di Kabupaten Paniai, Bertempat di Halama Paroki Komopa, Senin (2/2/2026) siang tadi.

Sambutan Gubernur Papua Tengah dibacakan oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Politik, dan Hukum Provinsi Papua Tengah, Marthen Ukago, yang hadir mewakili Gubernur Papua Tengah.

Kegiatan Muspas Mee VIII ini dihadiri oleh Bupati Paniai atau yang mewakili, para pastor dekan, pastor paroki, diakon, serta para pelayan gereja di wilayah Keuskupan Timika. Turut hadir pula tokoh adat, tokoh perempuan, tokoh pemuda, serta umat Mee dari berbagai wilayah keuskupan Timika.

Selain itu, sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga tampak hadir, di antaranya Plt Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD), Plt Kepala Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penyakit (P2M), Plt Kepala Biro Umum Setda, serta Plt Kepala Biro Perekonomian Daerah dan Administrasi Pembangunan.

Dalam sambutan yang dibacakannya, Gubernur Papua Tengah menyampaikan apresiasi serta ucapan selamat datang kepada seluruh peserta Musyawarah Pastoral Mee VIII. Ia menegaskan bahwa pemerintah memandang gereja sebagai mitra strategis dalam pembangunan, tidak hanya pada aspek fisik, tetapi juga dalam pembangunan nilai-nilai spiritual, etika, budaya, dan kemanusiaan.

“Pembangunan tidak semata berbicara tentang infrastruktur, tetapi juga tentang pembentukan karakter, iman, dan nilai-nilai kehidupan. Dalam konteks ini, peran gereja dan komunitas umat Mee sangat penting dalam menjaga persatuan, harmoni sosial, serta menanamkan nilai kasih, kejujuran, kerja keras, dan tanggung jawab,” ujar Marthen Ukago membacakan sambutan Gubernur.

Gubernur berharap melalui Musyawarah Pastoral Mee VIII yang mengusung tema “Saling Menghidupkan”, dapat melahirkan rekomendasi pastoral yang kontekstual dan membumi, program pelayanan yang menyentuh kebutuhan nyata umat, penguatan peran keluarga, pemuda, dan perempuan, serta komitmen bersama dalam menjaga kedamaian dan persatuan di Tanah Papua.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Musyawarah Pastoral Mee VIII memiliki makna strategis sebagai ruang refleksi iman, evaluasi pelayanan, dan perumusan arah pastoral ke depan, agar gereja tetap relevan dalam menjawab tantangan zaman dan kebutuhan umat, khususnya masyarakat Mee.

“Umat dan masyarakat saat ini menghadapi berbagai tantangan di bidang sosial, pendidikan, kesehatan, ekonomi, serta persoalan moral dan karakter generasi muda. Oleh karena itu, gereja diharapkan terus hadir sebagai garam dan terang dunia, memberikan pendampingan iman serta teladan hidup yang membawa damai, keadilan, dan persaudaraan,” lanjutnya.

Pemerintah Provinsi Papua Tengah, kata Gubernur, mengajak seluruh peserta musyawarah untuk terus membangun sinergi yang kuat antara gereja, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat demi terwujudnya Papua Tengah yang damai, sejahtera, bermartabat, dan beriman.

Menutup sambutan, Gubernur Papua Tengah menyampaikan harapan agar seluruh rangkaian Musyawarah Pastoral Mee VIII dapat berjalan dengan lancar dan menghasilkan keputusan-keputusan yang membawa kebaikan bagi umat serta masa depan Tanah Papua.

“Selamat melaksanakan Musyawarah Pastoral Mee VIII. Kiranya Tuhan Yang Maha Kuasa memberkati setiap proses musyawarah dan menuntun setiap keputusan yang diambil,”

LAINNYA
x
error: Content is protected !!