MENU Senin, 01 Jun 2026

PPN Gelar Diskusi Pancasila, Gubernur Papua Tengah Titipkan Pendidikan Karakter dan Tolerasi pada Ibu-Ibu

waktu baca 3 menit
Senin, 1 Jun 2026 02:45 168 Yan Willim

NABIRE – Pemerintah Provinsi Papua Tengah menegaskan peran strategis perempuan sebagai garda terdepan dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila dan menjaga keutuhan bangsa di tengah keberagaman. Penegasan ini disampaikan Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, melalui sambutan tertulis yang dibacakan oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum, Victor Fun, S.Sos., M.Si., dalam Diskusi Publik Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026. Betempat di Aula RRI Nabire, Senin (1/6/2026) siang tadi.

Kegiatan yang mengusung tema “Perempuan Papua Tengah Mengamalkan Pancasila, Menjaga Indonesia dalam Keberagaman” ini diselenggarakan oleh Persatuan Perempuan Nusantara (PPN) Papua Tengah.

Acara tersebut dihadiri oleh unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh adat, akademisi, insan pers, serta ratusan perwakilan perempuan dari berbagai elemen masyarakat.

Gubernur Meki Nawipa dalam sambutan dibacakan Asisten III Bidang Administrasi Umum, Victor Fun, menyampaikan apresiasi tinggi kepada PPN Papua Tengah atas inisiatif menggelar diskusi publik sebagai wadah memperkuat pemahaman masyarakat terhadap implementasi Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Gubernur menekankan bahwa perempuan memiliki posisi kunci tidak hanya dalam pembangunan ekonomi, tetapi juga sebagai penggerak perubahan sosial di tingkat keluarga dan lingkungan.

“Perempuan tidak hanya menjadi bagian dari pembangunan, tetapi juga berperan sebagai penggerak perubahan dalam keluarga dan lingkungan sosial. Perempuan memiliki posisi strategis dalam menjaga keharmonisan sosial, melestarikan budaya, serta memperkuat persatuan di tengah masyarakat yang majemuk,”jelasnya dibacakan Victor Fun.

Nilai-nilai luhur Pancasila seperti ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial dinilai sangat selaras dengan kultur masyarakat Papua Tengah yang menjunjung tinggi gotong royong dan penghormatan terhadap adat istiadat.

Gubernur juga menyoroti kekayaan demografis Papua Tengah yang terdiri dari delapan kabupaten: Nabire, Mimika, Paniai, Dogiyai, Deiyai, Intan Jaya, Puncak, dan Puncak Jaya. Wilayah ini dihuni oleh berbagai suku, bahasa, dan budaya yang menjadi aset berharga jika dikelola dengan semangat toleransi.

“Keberagaman tersebut merupakan kekayaan yang harus dijaga melalui semangat toleransi, persaudaraan, dan saling menghormati. Jangan biarkan perbedaan menjadi pemicu konflik, melainkan jadikan ia kekuatan pemersatu,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Gubernur Meki Nawipa mengajak seluruh perempuan Papua Tengah untuk menerjemahkan nilai Pancasila ke dalam aksi nyata, antara lain:
1. Pendidikan Karakter: Berperan aktif dalam mendidik anak-anak agar mencintai tanah air dan menghargai perbedaan.
2. Pelestarian Budaya: Menjadi agen pelestari kearifan lokal yang positif.
3. Penguatan Ekonomi: Menggerakkan ekonomi lokal melalui usaha-usaha produktif berbasis komunitas.
4. Budaya Musyawarah: Mengedepankan dialog damai dalam menyelesaikan setiap persoalan sosial.

“Melalui semangat Pancasila, diharapkan seluruh lapisan masyarakat dapat terus bersinergi membangun daerah serta menjaga keutuhan bangsa Indonesia. Mari kita wujudkan Papua Tengah yang maju, adil, aman, dan sejahtera,” pungkas Gubernur.

Kegiatan diskusi publik ini dilanjutkan dengan sesi panel diskusi yang melibatkan para tokoh perempuan dan akademisi untuk menggali lebih dalam strategi konkret pemberdayaan perempuan berbasis nilai-nilai kebangsaan.

LAINNYA
x
error: Content is protected !!