MENU Minggu, 18 Jan 2026

Anggota DPRK Dogiyai Desak Usut Tuntas Pembunuhan Sadis Pendeta Neles Peuki di Tengah Sengketa Tapal Batas Kapiraya

waktu baca 2 menit
Sabtu, 13 Des 2025 10:29 1324 admin

DOGIYAI – Ketua Fraksi Gabungan Anggota DPRK Kabupaten Dogiyai, Amandus Gabou, meminta pihak berwenang untuk mengusut tuntas kasus pembunuhan Pendeta Neles Peuki yang terjadi pada 24 November 2025. Amandus Gabou menyatakan bahwa Pendeta Neles Peuki adalah hamba Tuhan yang membawa damai, bukan konflik atau kekerasan, sehingga para pelaku harus segera diproses hukum.

” Kami meminta agar para pelaku segera diproses hukum dan dituntaskan, karena Pendeta Neles Peuki adalah hamba Tuhan murni yang diutus membawa damai, bukan konflik atau kekerasan,” kata Amandus Gabou, Sabtu (13/11/2025).

Amandus Gabou juga meminta kepada Kapolda Papua Tengah, Kapolres Deiyai, Kapolres Mimika, dan Kapolres Dogiyai untuk serius menangani kasus ini.

“Kami meminta kepada kapolda Papua Tengah, Kapolres Deiyai, Kapolres Mimika dan Kapolres Dogiyai agar serius menangani kasus ini karena itu pembunuh pelayan Tuhan,” tegasnya.

Selain itu, Amandus Gabou juga meminta pemerintah Provinsi Papua untuk memediasi penyelesaian tapal batas di wilayah Kapiraya yang menjadi perebutan antara tiga kabupaten, yaitu Deiyai, Mimika, dan Dogiyai.

Amandus Gabou menjelaskan bahwa wilayah Kapiraya adalah milik suku Kamoro dan suku Mee, dan meminta agar penyelesaian tapal batas dilakukan dengan adil dan tepat.

“Saya salah putra dari distrik Sukikai Selatan, dulu orang tua belum pernah cerita bahwa wilayah kapiraya milik suku key, yang pemilik hak ulayat ada di wilayah kapiraya yang kini menjadi perebutan adalah milik suku Kamoro dan suku Mee,” ujarnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

STATISTIK PEMBACA

LAINNYA
error: Content is protected !!