MENU Jumat, 17 Jul 2026

Tanggapi Dugaan Kasus Campak di Dogiyai, Dinkes Papua Tengah Turun Langsung Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

waktu baca 2 menit
Jumat, 17 Jul 2026 14:19 44 admin

DOGIAI – Merespons laporan dugaan kasus campak di Kampung Modio, Distrik Mapia Tengah, Kabupaten Dogiyai, Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mengerahkan Tim khusus untuk melakukan penyelidikan epidemiologi. Pada Jumat (17/07/2026) tadi yang dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Papua Tengah, Yohanes Kayame, S.KM., M.Kes.

Langkah cepat ini diambil untuk memverifikasi status kesehatan warga dan mencegah potensi penyebaran penyakit menular tersebut. Pengerahan tim ini merupakan tindak lanjut dari arahan Kepala Dinkes Provinsi Papua Tengah, dr. Agus Chan, M.Kes., CH.Med., CHt., Sp.KKLP, untuk memperkuat sistem kewaspadaan dini di wilayah tersebut.

Dalam pelaksanaannya, Tim provinsi berkolaborasi erat dengan jajaran Dinkes Kabupaten Dogiyai, termasuk dr. Nila, Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Yulita Keiya, serta tenaga kesehatan lokal seperti Noak Boma, S.KM., Selpian Pigai, dan Berta Keiya. Dukungan juga diberikan oleh petugas Puskesmas setempat, pemerintah kampung, serta tokoh masyarakat untuk memastikan proses investigasi berjalan lancar dan diterima oleh warga.

Proses penyelidikan di lapangan tidak luput dari tantangan. Tim sempat menghadapi penolakan dari sebagian keluarga terkait investigasi terhadap seorang anak yang meninggal dunia. Namun, melalui pendekatan persuasif, penuh rasa hormat, serta mediasi oleh tokoh adat dan pemerintah kampung, hambatan tersebut berhasil diselesaikan dengan baik. Tim tetap bekerja sesuai prosedur medis tanpa mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan dan adat istiadat setempat.

Di lokasi, tim melakukan serangkaian tindakan teknis, meliputi:
1. Verifikasi dan validasi kasus suspect campak.
2. Penelusuran riwayat penyakit dan pencarian kasus tambahan (active case finding).
3. Pengecekan status imunisasi dasar anak-anak di wilayah terdampak.
4. Pengambilan sampel biologis sesuai pedoman Kementerian Kesehatan RI.

Selain aspek teknis, tim juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai tanda-tanda gejala campak, pentingnya imunisasi lengkap, serta cara memutus rantai penularan.

“Kegiatan ini sekaligus melatih dan memperkuat kapasitas petugas kabupaten dan puskesmas, agar ke depannya bisa merespons penyakit menular lebih cepat, tepat, dan mandiri,” tambah Yohanes Kayame.

Pihak Dinkes Provinsi Papua Tengah mengimbau masyarakat untuk tidak panik namun tetap waspada. Warga diminta untuk segera membawa anggota keluarga yang mengalami demam tinggi disertai ruam kemerahan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

“Lengkapi jadwal imunisasi anak, itu perlindungan paling efektif. Dengan kerja sama semua elemen, kita cegah penyakit menyebar lebih luas,” tegas Kayame.

Langkah responsif ini diharapkan dapat memperkokoh sistem pelayanan kesehatan hingga ke pelosok Dogiyai, sekaligus menjamin derajat kesehatan masyarakat Papua Tengah tetap terjaga dari ancaman penyakit menular.

LAINNYA
error: Content is protected !!