MENU Sabtu, 20 Jun 2026

Pemprov Papua Tengah Lepas Peserta Bimbel Sekolah Kedinasan 2026: Investasi Jangka Panjang SDM OAP

waktu baca 3 menit
Sabtu, 20 Jun 2026 06:54 119 Yan Willim

NABIRE – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah secara resmi melepas peserta Bimbingan Belajar (Bimbel) Sekolah Kedinasan bagi putra-putri Orang Asli Papua (OAP) Tahun 2026. Sabtu (20/06/2026) pagi tadi. Acara pelepasan Bertempat di ruang Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah.

Dipimpin oleh Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah, Silwanus Sumule, didampingi Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Denci Meri Nawipa, serta jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Program ini merupakan wujud nyata komitmen Pemprov Papua Tengah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal dan memperluas akses generasi muda untuk bersaing masuk ke berbagai institusi pendidikan kedinasan bergengsi di Indonesia.

Dalam sambutan Gubernur Papua Tengah yang dibacakan oleh Pj. Sekda Silwanus Sumule, ditegaskan bahwa bimbingan belajar ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan bagian dari strategi investasi jangka panjang daerah. Tujuannya adalah mempersiapkan aparatur sipil negara masa depan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memahami karakteristik dan kebutuhan pembangunan di Papua Tengah.

“Pemerintah Provinsi Papua Tengah ingin semakin banyak putra-putri daerah yang mampu masuk ke sekolah kedinasan. Karena itu, program seperti ini harus menjadi langkah nyata untuk membuka akses pendidikan yang lebih baik,” ujar Silwanus.

Ia menyampaikan apresiasi tinggi kepada BKPSDM Provinsi Papua Tengah dan seluruh pihak yang telah bekerja keras mempersiapkan program strategis ini hingga tahap pelepasan.

“Kalian dipilih bukan hanya untuk belajar, tetapi juga untuk menyiapkan diri menghadapi proses seleksi yang membutuhkan disiplin, kemampuan akademik, kesehatan fisik, dan mental yang kuat.”tutur Sekda.

Kepada para peserta yang akan menjalani bimbingan intensif di Jayapura selama kurang lebih dua bulan, Gubernur memberikan pesan tegas agar memanfaatkan waktu tersebut dengan sungguh-sungguh. Seleksi sekolah kedinasan dikenal sangat ketat, mencakup tes akademik, kesamaptaan jasmani, kesehatan, hingga uji psikologi dan mental.

“Kesempatan mengikuti bimbingan belajar di Jayapura selama kurang lebih dua bulan harus dimanfaatkan dengan sungguh-sungguh. Kalian diminta mempersiapkan diri secara maksimal karena seleksi membutuhkan kemampuan akademik, kedisiplinan, kesehatan fisik, serta mental yang kuat,” pesan Gubernur.

Selain fokus pada materi belajar, peserta juga diingatkan untuk menjaga perilaku dan nama baik. “Seluruh peserta diminta mengikuti proses pembelajaran dengan tertib, mematuhi arahan para pembimbing, menjaga kesehatan, serta menghindari hal-hal yang dapat mengganggu tujuan utama mereka,” tambahnya.

Keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada usaha peserta, tetapi juga pada kualitas pendampingan. Gubernur meminta para pembina dan mentor untuk membimbing peserta secara serius, memantau perkembangan akademik, kedisiplinan, serta kesiapan mental mereka sepanjang program berlangsung.

“Kepada para pendamping dan pembina, saya berharap agar peserta dibimbing secara serius. Perhatikan perkembangan belajar, kedisiplinan, dan kesiapan mereka. Keberhasilan program ini membutuhkan pengawasan dan kerja sama dari semua pihak,” tegas Silwanus.

Dengan diluncurkannya program ini secara resmi, Pemprov Papua Tengah berharap dapat mencetak lebih banyak lulusan sekolah kedinasan yang nantinya akan kembali mengabdi untuk membangun Papua Tengah yang lebih maju, adil, dan sejahtera.*

LAINNYA
error: Content is protected !!