MENU Senin, 09 Mar 2026

Selaku Anak Adat, Sejarah Baru Bupati Yampit Nawipa Gunakan Busana Adat Acara Penutupan MuspasMee Ke-XIII

waktu baca 2 menit
Senin, 9 Feb 2026 06:27 454 admin

PANIAI – Bupati Kabupaten Paniai, Yampit Nawipa, menjadi sorotan ketika menutup MuspasMee ke-VIII di Paroki Kristus Jaya dengan mengenakan busana adat Suku Mee, lengkap dengan koteka dan aksesoris lainnya. Pada Acara Penutupan Minggu (08/02/2026) kemarin. Bertempat di Halaman Paroki Kristus Jaya Komopa, Kabupaten Paniai.

Ini adalah pertama kalinya seorang pemimpin putra asli Papua dari pegunungan mengenakan busana adat koteka dalam acara resmi.

Bupati Nawipa, yang akrab disapa Bupati Womaki, menyampaikan permohonan maafnya karena absen pada momen pembukaan. Ia menyesal tak dapat hadir karena harus mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di Bogor.

“Pada kesempatan ini, saya sampaikan permohonan maaf, saat pembukaan tidak dapat hadir karena kami para pimpinan daerah semua di Bogor,” ucap Bupati Nawipa.

Bupati Womaki menegaskan bahwa forum MuspasMee Paniai ini memiliki posisi strategis yang krusial. Gereja, menurutnya, adalah mitra utama dalam menjawab tantangan kompleks yang dihadapi masyarakat, mulai dari kemiskinan, pendidikan, kesehatan, hingga degradasi nilai kebersamaan.

“MuspasMee ke-VIII ini, bagi saya merupakan forum pastoral strategis Gereja Katolik yang berfungsi sebagai ruang refleksi, evaluasi, serta perumusan arah pelayanan pastoral agar tetap relevan dengan dinamika sosial masyarakat Mee,” ujarnya.

Bupati Nawipa mendorong agar pembangunan di Paniai tak melulu soal fisik semata. Penguatan moral, spiritual, dan solidaritas sosial harus menjadi tumpuan yang setara. Terutama, gerakan pembangkitan ekonomi berbasis kerakyatan.

“Saya mau harus prioritas eda-owada diwujud-nyatakan, piara babi, piara ayam, bebek, kelinci, ikan, bikin kebun pangan lokal, sayuran, kopi, dan tempat wisata tata baik agar ada spot-spot wisata dan destinasinya bisa menjadi pemasukan di kampung itu sendiri,” kata Bupati Nawipa.

Semangat kolaborasi Pemerintah Gereja Paniai ini disambut baik oleh pihak gereja. Pastor Yosep Setyadi, Perwakilan dari panitia pelaksana MuspasMee VIII, menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemkab Paniai.

“Kehadiran langsung Bupati Paniai bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap pelayanan Gereja yang bersentuhan langsung dengan kehidupan umat,” pungkas Pastor Yosep Setyadi.

Penutupan MuspasMee VIII ini diharapkan menjadi penegasan tekad kolektif para pemangku kepentingan untuk terus membangun Paniai secara harmonis, bermartabat, dan berkelanjutan, dengan menjadikan kearifan lokal sebagai jangkar utama pembangunan.

STATISTIK PEMBACA

LAINNYA
error: Content is protected !!