MENU Selasa, 21 Jul 2026

Gubernur Papua Tengah Resmi Luncurkan Program BANGKIT, Fokus Kesehatan dan Gizi Anak Orang Asli Papua

waktu baca 3 menit
Selasa, 21 Jul 2026 07:16 116 Yan Willim

NABIRE – Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa secara resmi meluncurkan Program Bangun Generasi dan Keluarga yang Inklusif dan Tangguh (BANGKIT) Bertempat di Ballroom Kantor Gubernur, Nabire, Selasa (21/7/2026) siang tadi.

Peluncuran ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-4 Provinsi Papua Tengah, sekaligus menandai dimulainya implementasi program strategis untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga dan anak-anak Orang Asli Papua (OAP).

Program BANGKIT menyediakan bantuan tunai yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus, ditujukan khusus bagi anak OAP berusia di bawah lima tahun guna memenuhi kebutuhan kesehatan dan pemenuhan gizi yang layak.

Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari infrastruktur fisik semata.
“Kemajuan daerah diukur dari anak yang tumbuh sehat, keluarga yang sejahtera, dan perlindungan bagi semua. Pembangunan Papua Tengah harus dimulai dari manusianya,” ujarnya.

Program BANGKIT Bersumber dari Dana Otonomi Khusus, program ini memberikan bantuan tunai khusus bagi anak OAP berusia di bawah lima tahun guna memenuhi kebutuhan gizi dan kesehatan. Pada tahap awal, diterapkan di distrik terpilih Kabupaten Paniai, Dogiyai, Intan Jaya, dan Puncak Jaya, lalu diperluas ke empat kabupaten lain tahun berikutnya.

“Menyayangi anak berarti penuhi haknya; melindungi artinya jauhkan dari kemiskinan dan ketidakadilan; membangun berarti beri kesempatan tumbuh menjadi generasi sehat, cerdas, berkarakter dan mandiri,” tegasnya.

Program BANGKIT bukan sekadar bantuan sosial, melainkan investasi jangka panjang menjawab tantangan nyata: keterbatasan ekonomi, masalah gizi balita, akses kesehatan, kelengkapan dokumen kependudukan, hingga risiko putus sekolah dan kekerasan terhadap anak.

Kepala Badan Perencanaan, Riset, dan Inovasi Daerah Eliezer Yogi menambahkan, penyaluran manfaat didasari Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang diserahkan dalam acara, agar bantuan benar-benar diterima yang berhak.

Pada tahap awal, program akan berjalan di distrik-distrik terpilih di Kabupaten Paniai, Dogiyai, Intan Jaya, dan Puncak Jaya. Tahun berikutnya, cakupan akan diperluas ke empat kabupaten lain di wilayah Papua Tengah.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah Papua Tengah, Eliezer Yogi, menjelaskan program ini menjadi langkah nyata prioritas pembangunan daerah yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, layanan kesehatan, perlindungan sosial, dan tata kelola yang inklusif.

“Program BANGKIT berfokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya keluarga dan anak-anak Orang Asli Papua di delapan kabupaten Papua Tengah. Hari ini, kita awali di empat kabupaten,” ujar Eliezer.

Ia menambahkan, penyaluran manfaat didasari data yang terverifikasi. Dalam acara ini juga diserahkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai acuan utama penentuan penerima, sehingga bantuan benar-benar diterima pihak yang membutuhkan.

Program ini sejalan dengan arah kebijakan provinsi yang menempatkan kesejahteraan masyarakat sebagai inti dari setiap langkah pembangunan di Papua Tengah.

Perlu diketahui, Peluncuran ini bertepatan menjelang Hari Anak Nasional 23 Juli dengan tema “Sayang Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan Anak”. Gubernur mengajak seluruh elemen masyarakat—orang tua, tokoh adat, agama, tenaga pendidik dan kesehatan—bersama menjaga anak-anak sebagai aset bersama.

LAINNYA
x[metaslider id="7076"]
error: Content is protected !!