MENU Selasa, 21 Jul 2026

Pemprov Papua Tengah Buka Seminar Sekolah Sepanjang Hari, Silwanus Sumule: Alokasikan 30% Dana Otsus untuk Pendidikan

waktu baca 3 menit
Senin, 20 Jul 2026 22:28 84 admin

NABIRE – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah menyelenggarakan Seminar Pelaksanaan Pelaksanaan Sekolah Sepanjang Hari (SSH) Tahun 2026 di Kompleks Bandara Lama, Nabire, pada Senin (20/7/2026).

Seminar dihadiri, Pj Sekda Papua Tengah dr. Silwanus Sumule, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Nurhaidah, Unsur Forkopimda dan tamu undangan.

Dalam sambutan ,Pj Sekda Papua Tengah dr. Silwanus Sumule menekankan pentingnya komitmen anggaran dan kolaborasi lintas sektor untuk menyukseskan program strategis tersebut.

“Investasi terbaik bagi masa depan daerah adalah menghadirkan pendidikan yang berkualitas. Program Sekolah Sepanjang Hari bukan sekadar menambah jam belajar, tetapi strategi membangun karakter dan bakat peserta didik.”ucap Silwanus Sumule.

Kegiatan ini bertujuan merumuskan langkah operasional implementasi SSH agar dapat berjalan efektif di seluruh wilayah provinsi, termasuk daerah pedalaman.

Silwanus Sumule menegaskan bahwa esensi dari Program Sekolah Sepanjang Hari bukan sekadar memperpanjang durasi waktu siswa di sekolah. Lebih dari itu, SSH dirancang sebagai wadah untuk mengembangkan minat, bakat, serta pembentukan karakter siswa yang tangguh dan cerdas, selaras dengan Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah.

“Sekolah yang menerapkan SSH harus didukung sarana prasarana memadai, tenaga pendidik profesional, dan lingkungan belajar yang aman. Tujuannya adalah melahirkan lulusan yang tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga berkarakter,” jelas Silwanus.

Poin krusial dalam sambutan tersebut adalah instruksi tegas terkait penganggaran. Silwanus mengimbau pemerintah daerah untuk mulai mengalokasikan minimal 30 persen dari Dana Otonomi Khusus (Otsus) ke sektor pendidikan pada Tahun Anggaran 2027.

Anggaran besar ini diharapkan mampu menutupi pemenuhan Standar Nasional Pendidikan (SNP) serta biaya operasional tambahan akibat penerapan sistem SSH. Langkah ini dinilai vital untuk menjamin keberlanjutan program tanpa membebani masyarakat.

Untuk mendukung keberhasilan SSH, Silwanus meminta sinergi kuat antar-dinas terkait:
– Dinas PUPR: Mempercepat pembangunan dan renovasi fasilitas sekolah.
– Dinas Kominfo: Memastikan ketersediaan akses internet untuk pembelajaran digital.
– PT PLN: Memprioritaskan pasokan listrik stabil, hingga ke sekolah-sekolah di wilayah terpencil.

Selain infrastruktur, aspek sumber daya manusia juga menjadi perhatian. Silwanus menginstruksikan Dinas Pendidikan bersama Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) untuk segera melakukan pemetaan dan redistribusi guru. Hal ini bertujuan memastikan setiap sekolah, terutama di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal), memiliki jumlah tenaga pendidik yang memadai.

Silwanus Sumule berharap seminar ini menghasilkan rekomendasi strategis yang konkret, termasuk sistem evaluasi yang melibatkan kepala sekolah, guru, orang tua, dan siswa.

“Mari kita bersinergi mewujudkan transformasi pendidikan. Dengan SSH yang merata dan berkualitas, kita pastikan seluruh anak Papua Tengah mendapat kesempatan belajar yang setara,” tutupnya.

Acara seminar ini dihadiri oleh para kepala dinas terkait, kepala sekolah, perwakilan guru, dan praktisi pendidikan dari berbagai kabupaten di Papua Tengah.

LAINNYA
x[metaslider id="7076"]
error: Content is protected !!