MENU Jumat, 21 Agu 2026

Antisipasi Kabut Asap, Pemprov Papua Tengah Gandeng Masyarakat & Polri Perkuat Penanganan Karhutla

waktu baca 2 menit
Jumat, 21 Agu 2026 13:33 33 admin

NABIRE – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah memperkuat langkah penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menyusul meningkatnya titik api dan munculnya kabut asap di wilayah Nabire. Langkah strategis ini dibahas dalam pertemuan darurat (emergency meeting) yang digelar pada Jumat sore (21/8/2026), melibatkan Dinas Kehutanan, BPBD, Dinas Kesehatan, Kepolisian, RRI, dan BMKG.

Pertemuan tersebut bertujuan menyatukan respons cepat antarinstansi menghadapi potensi peningkatan Karhutla, mengingat Agustus hingga September merupakan periode puncak musim kemarau. Berdasarkan analisis BMKG dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sejumlah titik panas (hotspot) telah teridentifikasi di Kabupaten Nabire dan beberapa wilayah lain di Papua Tengah.
M look out
Untuk operasi di lapangan, Pemprov Papua Tengah mengoptimalkan enam unit mobil pemadam kebakaran gabungan milik provinsi dan Pemerintah Kabupaten Nabire. Selain itu, dua unit armada Kepolisian yang telah dimodifikasi khusus untuk penyiraman juga dikerahkan guna mendukung proses pemadaman.

Penjabat Sekretaris Daerah (PJ Sekda) Papua Tengah, Silwanus Soemoele, mengakui adanya keterbatasan sarana dan prasarana dalam penanganan bencana ini. Namun, ia menekankan pentingnya kolaborasi dengan masyarakat untuk menutupi celah tersebut.

“Kita akan terus mengupayakan memodifikasi dan memobilisasi jika ada masyarakat misalnya yang mempunyai mobil-mobil tangki dapat juga digunakan untuk membawa air dan memberikan itu kepada mobil-mobil yang ada,” ujar Silwanus.

Sebagai tindak lanjut, Pemprov Papua Tengah akan menggelar Apel Siaga Personel Terpadu pada Senin mendatang. Kegiatan ini melibatkan seluruh unsur lintas instansi untuk memastikan kesiapan personel dan alat berat dalam menghadapi eskalasi Karhutla.

Koordinasi penanganan saat ini dipusatkan di Posko Penanganan Darurat yang berlokasi di Kantor BPBD Papua Tengah. Pemerintah juga berencana menyebarluaskan nomor kontak darurat agar masyarakat dapat dengan mudah melaporkan titik api atau kondisi yang berpotensi memperluas kebakaran.

Dengan pendekatan kolaboratif dan kesiapsiagaan tinggi, Pemprov Papua Tengah berharap dapat mencegah meluasnya kebakaran serta meminimalisir dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat di tengah puncak musim kemarau tahun ini.

Arsip

  • Pemprov Papua Tengah Harapkan Layanan Hukum Jangkau Kampung

STATISTIK PEMBACA

LAINNYA