MENU Selasa, 18 Agu 2026

Gubernur Meki Nawipa Luncurkan Subsidi Penerbangan & Tegaskan Dana Hibah Pendidikan Sudah Disalurkan

waktu baca 2 menit
Senin, 17 Agu 2026 21:36 72 Yan Willim

NABIRE – Momentum peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Provinsi Papua Tengah, Senin (17/8/2026), menjadi ajang peluncuran program strategis bagi masyarakat pedalaman. Usai upacara bendera yang berlangsung khidmat dengan nuansa adat di Lapangan Kantor Gubernur Badara Lama Nabire, Gubernur Meki Fritz Nawipa secara resmi meluncurkan subsidi penerbangan perintis bekerja sama dengan PT Associated Mission Aviation (AMA).

Program ini mencakup 6 rute penerbangan yang menghubungkan ibukota provinsi dengan kabupaten-kabupaten di wilayah pegunungan. Peluncuran dilakukan langsung oleh Gubernur dengan doa dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus, menandai komitmen pemerintah daerah untuk mempermudah akses transportasi, kesehatan, dan percepatan pembangunan di wilayah terpencil.

Dalam sambutannya, Gubernur Meki Nawipa juga menegaskan kembali capaian program pendidikan yang selama ini sering dipertanyakan publik terkait penyaluran dana hibah. Ia merinci bahwa Pemprov Papua Tengah telah menyalurkan bantuan pendidikan gratis kepada 58.000 siswa sekolah dasar hingga menengah atas. Selain itu, terdapat 6.000 mahasiswa yang dibiayai penuh oleh provinsi, termasuk 30 miliar rupiah per tahun untuk beasiswa studi ke luar negeri.

“Banyak orang mempersoalkan masalah hibah, tapi hari ini saya terangkan bahwa ada 58 ribu anak sekolah mendapat pendidikan gratis dan 6 ribu mahasiswa kami biayai langsung,” tegas Gubernur.

Tak hanya itu, Pemprov juga membiayai sertifikasi bagi 1.800 guru agar mendapatkan tunjangan profesi (gaji dobel) serta mengoperasikan sekolah asrama berbasis pemerintah daerah. Semua program ini, menurut Meki, merupakan bukti kehadiran negara dalam menjamin hak dasar warga Papua Tengah.

Subsidi penerbangan yang diluncurkan hari ini menjadi jawaban atas tantangan geografis Papua Tengah yang ekstrem. Kerjasama dengan PT AMA memungkinkan masyarakat di wilayah pegunungan mengakses layanan kesehatan, pendidikan, dan pemerintahan dengan lebih cepat dan terjangkau.

“Ini adalah pelayanan tanpa batas, menembus batas untuk kemakmuran dan kesehatan rakyat. Transportasi ini akan memperlancar pembangunan di atas tanah ini,” ujar Gubernur.

Langkah ini sejalan dengan visi “Papua Tengah Terang” yang menempatkan konektivitas sebagai prasyarat utama pemerataan kesejahteraan. Dengan adanya subsidi, beban biaya transportasi udara yang sebelumnya menjadi hambatan terbesar bagi masyarakat pedalaman kini dapat teratasi secara sistematis.

Peluncuran program di hari kemerdekaan memiliki makna simbolis yang kuat. Bagi masyarakat Puncak Jaya, Ilaga, Mulia, dan kabupaten pegunungan lainnya, kehadiran gubernur beserta paket kebijakan konkret ini adalah afirmasi bahwa mereka tidak dilupakan.

Melalui kombinasi antara pemenuhan hak pendidikan dan penyediaan infrastruktur transportasi, Pemprov Papua Tengah menunjukkan bahwa otonomi khusus bukan sekadar transfer dana, melainkan wujud tanggung jawab moral negara untuk memastikan setiap warga merasakan manfaat kemerdekaan secara nyata.

  • Pemprov Papua Tengah Harapkan Layanan Hukum Jangkau Kampung

STATISTIK PEMBACA

LAINNYA