MENU Jumat, 21 Agu 2026

Dinkes Papua Tengah Perkuat Layanan HIV-TB Terintegrasi Lewat Clinical Mentoring di Nabire

waktu baca 3 menit
Kamis, 20 Agu 2026 20:49 69 Yan Willim

NABIRE – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua Tengah melaksanakan Clinical Mentoring Evaluation Meeting (BL.169) guna memperkuat mutu pelayanan HIV dan Tuberkulosis (TB) serta meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan lini depan di Puskesmas. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Mahavira 2, Nabire, pada Kamis (20/8/2026) ini dibuka oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Provinsi Papua Tengah, dr. Pingki Wardani.

Kegiatan ini didukung oleh Global Fund sebagai bagian dari upaya penguatan program penanggulangan HIV dan TB di Provinsi Papua Tengah, khususnya Kabupaten Nabire. Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Seksi P2M Dinkes Provinsi, Kepala Bidang P2P dan Kepala Seksi P2M Dinkes Kabupaten Nabire, serta para pengelola program HIV dan TB dari berbagai fasilitas kesehatan.

Tujuan utama mentoring ini adalah meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan Puskesmas dalam mengimplementasikan layanan HIV dan TB yang terintegrasi. Integrasi dinilai krusial karena orang dengan HIV memiliki risiko lebih tinggi terkena TB. Oleh karena itu, setiap layanan HIV wajib melakukan skrining TB secara rutin, dan sebaliknya, pasien TB harus mendapatkan pemeriksaan HIV sesuai ketentuan.

Fokus penguatan meliputi pemeriksaan HIV, skrining TB, pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT), koordinasi lintas program, serta pencatatan dan pelaporan sesuai standar nasional. Dengan pendekatan ini, diharapkan penemuan kasus dapat dilakukan lebih dini sehingga pasien segera memperoleh pengobatan dan pencegahan yang tepat.

Kegiatan ini juga menjadi momentum evaluasi terhadap pelaksanaan pelayanan Perawatan, Dukungan dan Pengobatan (PDP) HIV di Kabupaten Nabire. Saat ini, jejaring Puskesmas PDP di wilayah tersebut mencakup sembilan puskesmas, yaitu:
1. Puskesmas Wanggar Sari
2. Puskesmas Samabusa
3. Puskesmas Nabarua
4. Puskesmas Bumi Wonorejo
5. Puskesmas Karang Mulia
6. Puskesmas Siriwini
7. Puskesmas Karang Tumaritis
8. Puskesmas SP1 Kalibumi
9. Puskesmas Nabire Kota

Jejaring ini berperan vital dalam mendekatkan layanan komprehensif kepada masyarakat, mulai dari konseling, pengobatan ARV, pemantauan pasien, pelayanan Infeksi Menular Seksual (IMS), hingga pemeriksaan laboratorium.

Dalam arahannya, Kepala Dinkes Papua Tengah, dr. Agus menekankan pentingnya komitmen bersama untuk mencapai target global 95-95-95 (95% orang tahu status HIV, 95% mendapat pengobatan ARV, dan 95% mengalami penekanan viral load).

“Keberhasilan program HIV tidak cukup hanya dengan menemukan kasus. Kita harus memastikan setiap orang dengan HIV mendapatkan pelayanan yang berkesinambungan, pengobatan ARV, pemantauan, serta dukungan agar tetap patuh menjalani pengobatan,” tegasnya.

Selain itu, tenaga kesehatan didorong memperkuat implementasi strategi Test and Treat, di mana pasien yang terdiagnosis HIV segera mengakses pengobatan ARV. Pemberian TPT juga menjadi prioritas untuk mencegah komplikasi TB pada orang dengan HIV.

Klinical Mentoring Evaluation Meeting menyediakan ruang bagi tenaga kesehatan untuk mengidentifikasi kendala, berbagi pengalaman, dan menyusun solusi. Penguatan pencatatan dan pelaporan menjadi perhatian khusus, mengingat data yang akurat diperlukan untuk memantau perkembangan program dan menghitung kebutuhan obat.

Dinkes Papua Tengah bersama Dinkes Nabire berkomitmen agar hasil mentoring tidak berhenti pada dokumen, melainkan diterjemahkan menjadi perbaikan nyata di fasilitas kesehatan. Pelayanan HIV dan TB harus diberikan secara bermutu, mudah diakses, serta bebas dari stigma dan diskriminasi.

Dengan dukungan Global Fund dan kolaborasi seluruh pihak, diharapkan langkah-langkah perbaikan dapat segera diterapkan di seluruh Puskesmas PDP Kabupaten Nabire demi menjamin kesinambungan pelayanan bagi masyarakat.

Arsip

  • Pemprov Papua Tengah Harapkan Layanan Hukum Jangkau Kampung

STATISTIK PEMBACA

LAINNYA