MENU Kamis, 30 Apr 2026

Buka Musrenbang 2027, Gubernur Meki Nawipa: Dana Otsus Harus Dirasakan OAP

waktu baca 3 menit
Selasa, 28 Apr 2026 05:23 325 Yan Willim

NABIRE – Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Otonomi Khusus dan Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 Provinsi Papua Tengah di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, Nabire, Senin (28/4/2026) siang tadi.

Dihadiri unsur pemerintah daerah, akademisi, tokoh adat, tokoh agama, organisasi masyarakat, serta mitra pembangunan.

Pembukaan Musrenbang ini menjadi momentum strategis merumuskan arah pembangunan Papua Tengah ke depan dengan menitikberatkan pada penguatan ekonomi lokal dan peningkatan daya saing daerah berbasis potensi wilayah.

Dalam sambutannya, Gubernur Meki Nawipa menegaskan Musrenbang bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan forum penting untuk menyusun perencanaan pembangunan yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Gubernur secara resmi membuka Musrenbang RKPD dan Musrenbang Otonomi Khusus Tahun 2027 Provinsi Papua Tengah, seraya mengajak seluruh peserta bekerja dengan hati, kejujuran, dan tanggung jawab.

Mengusung tema “Penguatan Ekonomi Lokal dan Daya Saing Daerah Berbasis Potensi Wilayah,” Gubernur menekankan pembangunan Papua Tengah harus bertumpu pada kekuatan daerah sendiri, mulai dari sektor pertanian, kelautan, hingga penguatan budaya dan kearifan lokal masyarakat.

“Papua Tengah harus dibangun dari kekuatan daerah sendiri. Tanah yang subur, laut yang kaya, serta kekuatan budaya harus menjadi fondasi utama pertumbuhan ekonomi daerah,” tegas Meki Nawipa di hadapan peserta Musrenbang.

Tantangan Makro: IPM Rendah, Kemiskinan Tinggi
Gubernur mengungkap sejumlah tantangan pembangunan berdasarkan indikator makro tahun 2025. Di antaranya, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tercatat 60,64, pertumbuhan ekonomi minus 6,01 persen, tingkat kemiskinan 29,45 persen, tingkat pengangguran terbuka 3,62 persen, serta gini ratio 0,34.

Menurutnya, angka-angka tersebut menunjukkan masih tingginya pekerjaan rumah pemerintah, terutama dalam penanggulangan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, pemerataan layanan pendidikan dan kesehatan, serta pembangunan infrastruktur dan konektivitas antarwilayah, khususnya di daerah pegunungan.

Meski demikian, ia menegaskan seluruh tantangan itu harus dijawab melalui perencanaan pembangunan yang terarah, kolaboratif, dan berorientasi pada hasil nyata bagi masyarakat.

Pada forum tersebut, Gubernur memberi perhatian khusus terhadap pengelolaan dana Otonomi Khusus (Otsus). Ia menekankan dana Otsus harus digunakan secara tepat sasaran, transparan, akuntabel, dan memberi manfaat langsung bagi Orang Asli Papua (OAP), terutama dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

“Dana Otsus harus dirasakan masyarakat. Tidak boleh ada program yang hanya menghabiskan anggaran tetapi tidak menyentuh kebutuhan rakyat,” tegasnya.

Ajak Sinergi Satu Visi
Meki Nawipa mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari para bupati se-Papua Tengah, pimpinan OPD, DPR Papua Tengah, tokoh adat, tokoh agama, perempuan, pemuda, hingga masyarakat luas untuk memperkuat sinergi dalam membangun daerah.

Menurutnya, pembangunan Papua Tengah tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus bergerak dalam satu arah, satu visi, dan satu tujuan bersama demi mewujudkan Papua Tengah yang maju, mandiri, dan berdaya saing.

Ia menekankan perencanaan pembangunan yang dirumuskan saat ini bukan hanya menjawab kebutuhan hari ini, tetapi juga menjadi pondasi bagi masa depan generasi Papua Tengah.

“Kalau Papua Tengah maju, Indonesia akan semakin kuat. Dan itu dimulai dari kerja kita hari ini,” pungkas Gubernur.

LAINNYA
error: Content is protected !!