
ENAROTALI – Tim Bola Voli Putra Usia Dini (U-19 dan U-22) Provinsi Papua Tengah telah menjalani uji coba mental dan pertahanan di ajang Kapolres berlangsung di GOR Odiyai, Enarotali,Berlangsung Jumat (15/06/2026) sore, di Kabupaten Paniai.
Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari persiapan intensif menuju Polda Papua Cup yang dijadwalkan digelar di Biak pada Juli 2026 mendatang.
Kehadiran tim muda Papua Tengah di Paniai merupakan realisasi dari arahan Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, S.I.K., M.Si., yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Papua Tengah. Sebelum bertolak ke Biak, para atlet diminta untuk mengasah ketahanan mental dan teknik pertahanan melalui kompetisi nyata di tingkat kabupaten.
Brigjen Pol. Jermias Rontini secara langsung meninjau suasana latihan dan kondisi para atlet. Ia menekankan bahwa aspek mentalitas sama pentingnya dengan kemampuan teknis, terutama bagi atlet usia dini yang akan mewakili institusi kepolisian dan provinsi dalam ajang bergengsi.
Hal ini dilakukan agar juga perlu menguji kemampuan pemain, khususnya mental dan pertahanan di lapangan. Karena itu, kami berangkat ke Paniai untuk ikut serta dalam Pertandingan Voli Kapolres Cup.
Kepada media, Ketua Harian PBVSI Provinsi Papua Tengah, Zet Yeimo, menyampaikan rasa syukur atas dukungan penuh dari Kapolda Papua Tengah. Menurutnya, motivasi dari pimpinan tertinggi kepolisian daerah tersebut menjadi bahan bakar bagi para atlet muda untuk terus berkembang.
“Kami tidak sekadar mencari juara, tetapi memastikan atlet Papua Tengah punya jam terbang dan keberanian tampil di lapangan. Menang dan kalah itu bukan ukuran utama, melainkan proses pembelajaran.”kata Yeimo.

Yeimo juga menegaskan tujuan utama Tim Papua Tengah partisipasi dalam Kapolres Cup bukanlah semata-mata memburu gelar juara, melainkan memberikan pengalaman bertanding atau jam terbang bagi atlet bola voli U-19 dan U-22.
“Harapan kami, atlet usia dini 19 tahun ke atas semakin maju dalam bakat olahraga bola voli. Ini adalah langkah mempersiapkan atlet untuk PON (Pekan Olahraga Nasional) dan Pra-PON. Kami berpikir, menang dan kalah di atas net adalah hal biasa. Yang penting, anak-anak Papua Tengah punya jam terbang dan tidak tertinggal dalam hal pengalaman tampil,” jelasnya.
Dirinya, juga menambahkan, filosofi pembinaan saat ini adalah membangun kepercayaan diri. “Kami tim voli Papua Tengah, asal kami bisa tampil di lapangan, itu sudah sebuah kemenangan. Menang dan kalah itu tidak ada ukurannya jika semangat perjuangan untuk nama baik Papua Tengah sudah tertanam,” tutupnya.

Dengan mengikuti turnamen di Paniai, diharapkan tim voli putra Papua Tengah dapat membawa kematangan emosional dan taktik yang lebih solid saat menghadapi tim-tim kuat dari seluruh Papua di Polda Papua Cup bulan Juli nanti