
Nabire | Awal bulan Juni 2025 dimulai dengan langkah tegas dari Permerintah Kabupaten Nabire. Dalam kunjungannya ke Rumah Sakit Umum Deerah (RSUD) Nabire. Bupati dan Wakil Bupati menegaskan komitmen mereka dalam membenahi system pelayanan kesehatan dan meningkatkan
kesejahteraan tenaga medis.
Dalam pertemuan resmi belum lama ini, kata Bupati Mesak Magai, hadir pula jajaran pejabat dari RSUD Nabire, termasuk Plt Direktur RSUD Nabire Sukatemin, para dokter, tenaga medis, dan pimpinan keuangan rumah sakit.
Bupati Mesak menyampaikan bahwa momentum awal bulan ini dimanfaatkan untuk evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan rumah sakit, khususnya dalam dua aspek utama: pendapatan dan belanja RSUD.
Bupati Mesak mengungkapkan bahwa walaupun pendapatan rumah sakit telah melampaui target tahunan, pengelolaan belanja belum maksimal. “Masalah utamanya adalah perencanaan dan belanja yang tidak sinkron,” jelasnya kutip nabirenews.com
Sejak dilantiknya Sukatemin sebagai Plt Direktur RSUD Nabire, bersama Sekretaris, Kepala Subbag Keuangan, dan Bendahara yang juga baru, mulai terlihat perubahan signifikan. Kini, seluruh pemasukan dan pengeluaran rumah sakit dilaporkan secara transparan.
“Evaluasi sudah dilakukan, dan kami melihat bahwa akar masalahnya adalah ketidaksesuaian antara perencanaan dan realisasi belanja,” ujar Bupati.
Bupati menyampaikan bahwa ia akan menyurati Pemerintah Provinsi Papua Tengah agar menyusun kebijakan khusus untuk mendukung pembiayaan kesehatan lintas kabupaten. Salah satu usulannya adalah memanfaatkan Dana Otonomi Khusus (Otsus) untuk menanggung biaya pengobatan warga Papua Tengah secara merata.
Tidak ada komentar