MENU Minggu, 18 Jan 2026

Bupati Nabire Salurkan Dana Kampung Rp24,9 Miliar ke 39 Kampung di Papua Tengah

waktu baca 2 menit
Minggu, 14 Sep 2025 19:45 26 admin

NABIRE- Pemerintah Kabupaten Nabire melalui Dinas Pernberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) menyalurkan dana kampung tahap I tahun 2025 senilai Rp24,9 miliar lebih. Dana ini dibagikan langsung oleh Bupati Nabire, Mesak Magai, dalam rangkaian kegiatan selama lima hari di sejumlah distrik.

Dana tersebut mencakup Alokasi Dana Kampung (ADK) tahap I, Bantuan Langsung Tunai (BLT) selama enam bulan, serta Bagi Hasil Pajak dan Retribusi Daerah (BHPRD).Penyaluran tahap pertama dimulai pada Jumat (5/9/2025) di Kampung Mambor, Distrik Moora, dengan nilai Rp8,9 miliar untuk 13 kampung di Distrik Moora, Napan, dan Wapoga.

Selanjutnya, pada Kamis (11/9/2025), Bupati Mesak menyerahkan Rp10,3 miliar kepada 18 kampung di Distrik Nabire Barat, Wanggar, Yaro, Menou, dan Uwapa, bertempat di Aula Distrik Wanggar.

Tahap terakhir berlangsung di Distrik Yaur dan Teluk Umar, dengan total Rp5,6 miliar untuk delapan kampung. Acara puncak di Kampung Akudiyomi diramaikan penyambutan tarian adat Yaur yang meriah.

Bupati Mesak Magai menjelaskan bahwa pendekatan penyaluran secara tatap muka merupakan cara baru untuk memastikan transparansi, sehingga masyarakat dapat mengetahui langsung besaran dana yang diterima kampung mereka.

“Dana kampung ini harus digunakan untuk membangun kampung, mulai dari pendidikan PAUD, posyandu, gizi anak, hingga penanganan stunting. Kepala kampung wajib bermusyawarah dengan masyarakat agar penggunaannya tepat sasaran,” ujar Bupati Mesak.

Bupati Mesak menegaskan pengawasan ketat akan dilakukan bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) Nabire, dengan sanksi evaluasi hingga pergantian bagi kepala kampung yang menyimpang.

Kepala DPMK Nabire, Pilemon Madai, mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk Bank Papua Cabang Nabire, aparat keamanan, kepala distrik, dan masyarakat dalam proses musyawarah.

“Pembangunan Nabire dimulai dari kampung. Pengelolaan dana harus transparan, akuntabel, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan warga,” kata Pilemon.

Penyaluran dana ini diharapkan mempercepat pembangunan di tingkat kampung, khususnya dalam mendukung program prioritas penurunan stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Nabire.

STATISTIK PEMBACA

LAINNYA
error: Content is protected !!