MENU Senin, 20 Apr 2026

Festival Cap Go Meh 2026 Papua Tengah Resmi Ditutup, Gubernur: Keberagaman adalah Kekuatan

waktu baca 2 menit
Senin, 20 Apr 2026 03:23 50 admin

NABIRE– Gelaran Festival Cap Go Meh 2026 Provinsi Papua Tengah yang berlangsung di aula KSKW, Nabire, resmi ditutup Minggu (19/4/2026) tadi malam.

Plt. Asisten Administrasi Umum Setda Papua Tengah Viktor Fun mewakili Gubernur Papua Tengah menutup acara tersebut.

Hadir dalam penutupan Forkopimda Provinsi Papua Tengah, Bupati dan Forkopimda Kabupaten Nabire, pimpinan OPD Pemprov Papua Tengah, pimpinan BUMN dan swasta, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, Ketua dan jajaran pengurus PSMTI Papua Tengah, serta tamu undangan lainnya.

Gubernur Papua Tengah dalam sambutan yang dibacakan Plt. Asisten Viktor Fun mengapresiasi terselenggaranya festival.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Papua Tengah, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia, PSMTI, serta semua pihak yang telah bekerja keras menyelenggarakan kegiatan ini dengan baik,” ucapnya.

Gubernur menyebut Festival Cap Go Meh dengan tema “Pesona Budaya Harmoni Nusantara” menjadi cerminan nyata kehidupan masyarakat Papua Tengah yang majemuk, namun tetap hidup dalam semangat persaudaraan dan kebersamaan.

“Selama beberapa hari pelaksanaan, kita tidak hanya menyaksikan pertunjukan budaya, tetapi juga merasakan kuatnya nilai toleransi, saling menghargai, dan persatuan di tengah keberagaman. Ini menegaskan bahwa: keberagaman adalah kekuatan, dan perbedaan adalah anugerah,” kata Gubernur.

Semangat itu, tegasnya, menjadi fondasi membangun Papua Tengah yang aman, harmonis, dan berkeadaban.Gubernur mengakui festival memberi dampak nyata secara sosial, budaya, dan ekonomi melalui pemberdayaan UMKM serta penguatan citra Papua Tengah sebagai daerah yang damai dan inklusif.

Sejalan dengan visi pembangunan, Gubernur ingin memastikan setiap kegiatan, termasuk budaya, memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Yang terpenting, nilai kebersamaan yang kita bangun dalam festival ini tidak berhenti di sini. Nilai ini harus kita bawa dalam kehidupan sehari-hari, dalam interaksi sosial, dalam pelayanan, dan dalam pembangunan daerah,” harapnya.

“Papua Tengah adalah rumah kita bersama. Rumah yang harus kita jaga dengan hati, dengan rasa hormat, dan dengan tanggung jawab. Mari kita terus menjaga tanah ini sebagai tanah damai, tempat di mana semua orang merasa aman, dihargai, dan memiliki masa depan,” pungkasnya.

LAINNYA
error: Content is protected !!