
NABIRE – Hampir sebulan pasca kunjungannya ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Nabire pada 29 Maret 2025, Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, SH akhirnya memenuhi janjinya memperhatikan hak 226 warga binaan setempat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan gratis.
Usai memimpin Apel Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-29 di halaman Kantor Gubernur, Bandara Lama Nabire, 25 April 2025, Gubernur Meki Nawipa menyerahkan 1 unit mobil Ambulance kepada Lapas Klas II B Nabire diterima Kalapas I Made Supartana, A.Md.IP.,SH.MH disaksikan. Meki juga menyerahkan layanan Kartu Otonomi Khusus Sehat (KO SEHAT) kepada yang diterima secara simbolis oleh seorang warga binaan, Agustinus Boy Tan Sawaki
Dalam keterangannya, Nawipa menegaskan bantuan ini sebagai komitmen pemprov memastikan akses kesehatan adil dan merata bagi seluruh masyarakat, termasuk warga binaan.
“Warga binaan di Lapas tetap memiliki hak atas pelayanan kesehatan yang baik. Mereka memang sedang menjalani masa hukuman, tapi mereka bukan orang buangan. Mereka tetap warga saya yang punya hak yang sama,” ujar politikus PDI Perjuangan ini.
Perhatian terhadap kesehatan di Lapas akan berlanjut, termasuk untuk narapidana di Lapas Kelas IIB Timika, di mana Kartu KO Sehat sebelumnya telah diserahkan.
“Ini bagian dari sinergi antara Pemprov Papua Tengah dan pihak Lapas di Nabire maupun Timika. Kita ingin memastikan warga binaan juga mendapatkan kehidupan yang layak, agar saat kembali ke masyarakat, mereka bisa menjadi pribadi yang berguna,” tambahnya.
Kartu KO Sehat merupakan program layanan kesehatan gratis komplementer khusus bagi Orang Asli Papua (OAP) di Papua Tengah, digagas Dinas Kesehatan sejak 2023, terinspirasi dari Kartu Papua Sehat era Gubernur Lukas Enembe di provinsi induk.