MENU Rabu, 02 Sep 2026

Dengar Keluhan 8 Kampung di Mewoluk, Dinkes Papua Tengah Gerak Cepat Kirim Salep Permetrin

waktu baca 2 menit
Rabu, 2 Sep 2026 02:18 108 admin

NABIRE – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua Tengah resmi mengirimkan bantuan logistik obat-obatan darurat ke Distrik Mewoluk, Kabupaten Puncak Jaya, sebagai respons atas tingginya kasus infeksi kulit di wilayah tersebut. Pengiriman ini merupakan tindak lanjut dari permohonan mendesak yang diajukan oleh masyarakat setempat pada Selasa (1/9/2026).

Kepala Dinas Kesehatan Papua Tengah, dr. Agus, menegaskan bahwa tim farmasi provinsi telah berkoordinasi intensif dengan Instalasi Farmasi Kabupaten (IFK) Puncak Jaya untuk memastikan kebutuhan medis segera terpenuhi. Bantuan utama yang dikirimkan adalah salep Permetrin, obat andalan untuk membasmi parasit skabies, serta berbagai obat pendukung lainnya.

Meskipun logistik obat telah siap di tingkat provinsi, proses pengiriman sempat mengalami hambatan teknis akibat pembatalan jadwal penerbangan (cancel flight) menuju Puncak Jaya pada Rabu (2/9/2026). Namun, dr. Agus memastikan bahwa keamanan pasokan obat tetap terjaga.

“Pihak ekspedisi telah mengambil logistik tersebut untuk diamankan di kargo dan dijadwalkan dikirim melalui penerbangan pertama pada Kamis (3/9/2026),” jelas dr. Agus.

Langkah cepat ini diambil setelah Dinkes Provinsi menerima surat resmi tertanggal 1 September 2026 dari perwakilan masyarakat delapan kampung di Distrik Mewoluk. Dalam surat tersebut, tokoh masyarakat, tokoh agama, kepala kampung, tokoh pemuda, dan tokoh intelektual melaporkan adanya warga yang mengalami kelainan atau luka pada kulit di bagian kaki, tangan, dan kepala.

Masyarakat tidak hanya meminta obat, tetapi juga menuntut perubahan pola pelayanan kesehatan. Mereka meminta agar pelayanan kesehatan dilakukan secara aktif, rutin, dan mudah dijangkau, bukan menunggu pasien datang ke fasilitas kesehatan.

“Mereka meminta pelayanan kesehatan dilakukan secara aktif, rutin dan mudah dijangkau masyarakat,” terang dr. Agus menirukan isi aspirasi warga.

Selain itu, masyarakat juga mendesak RSUD Mulia dan Dinkes untuk memperkuat koordinasi dengan Puskesmas Mewoluk. Tujuannya agar warga yang membutuhkan dapat memperoleh pemeriksaan, pengobatan, perawatan, maupun rujukan tanpa hambatan birokrasi yang berbelit.

Sebelumnya, dilaporkan bahwa banyak kasus skabies di Mewoluk telah berkembang menjadi pioderma (infeksi sekunder bernanah) karena terlambatnya penanganan. Kondisi ini menyebabkan lonjakan pasien di RSUD Mulia yang memaksa rumah sakit melakukan pengadaan obat berkali-kali.

Dengan diterjunkannya tim medis khusus dan dikirimkannya stok obat dari provinsi, diharapkan mata rantai penularan dapat diputus. Sinergi antara Dinkes Provinsi, Dinkes Kabupaten, RSUD Mulia, dan Puskesmas Mewoluk ini difokuskan untuk:
1. Mempercepat penanganan kasus di lapangan.
2. Mencegah kondisi pasien semakin berat atau mengalami komplikasi.
3. Memastikan ketersediaan obat dan pelayanan kesehatan berjalan optimal.

Dokter Agus mengajak seluruh lapisan masyarakat di Mewoluk untuk proaktif memeriksakan diri jika mengalami gejala gatal atau luka kulit, serta menjaga kebersihan lingkungan guna mendukung upaya pemulihan kesehatan bersama.




  • Pemprov Papua Tengah Harapkan Layanan Hukum Jangkau Kampung

STATISTIK PEMBACA

LAINNYA