MENU Kamis, 16 Apr 2026

Gedung Bersejarah Jasa Raharja di Kota Tua Akan Dijadikan Museum Film dan Fotografi

waktu baca 2 menit
Sabtu, 4 Apr 2026 04:39 112 admin

JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan berencana mengubah gedung bersejarah milik PT Jasa Raharja yang terletak di kawasan Kali Besar, Jakarta Barat, menjadi Museum Film dan Fotografi. Rencana ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Kebudayaan, Danantara, dan Jasa Raharja dalam upaya mengoptimalkan aset bersejarah.

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menegaskan bahwa gedung tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai bagian dari ekosistem budaya dan destinasi wisata di Kota Tua Jakarta.

“Kita belum memiliki museum film maupun museum fotografi yang representatif. Padahal kita memiliki banyak aset dan kekayaan sejarah di bidang tersebut, namun belum memiliki ruang yang memadai untuk memamerkannya,” ujar Fadli Zon saat meninjau lokasi, Rabu (2/4/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Fadli didampingi oleh Wakil Menteri Kebudayaan, Giring Ganesha Djumaryo, serta jajaran manajemen Danantara dan Jasa Raharja. Rombongan disambut langsung oleh Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin.

Fadli menjelaskan, melalui kerja sama ini, aset BUMN yang dikelola Danantara dapat diubah menjadi ruang publik yang produktif dan edukatif. Museum yang direncanakan nantinya akan menampilkan narasi perkembangan perfilman dan fotografi Indonesia dari masa ke masa.

“Masyarakat bisa melihat perkembangan film Indonesia dari awal hingga era modern, termasuk perkembangan fotografi dari masa ke masa,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menyambut baik inisiatif tersebut. Menurutnya, bangunan ini bukan sekadar aset perusahaan, melainkan warisan sejarah yang perlu dijaga dan dimanfaatkan secara produktif.

“Bangunan ini tidak hanya menjadi aset perusahaan, tetapi juga merupakan bagian dari warisan sejarah yang perlu dijaga dan dimanfaatkan secara produktif. Kami menyambut baik rencana kolaborasi ini sebagai upaya menghadirkan ruang budaya yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Awaluddin.

Dengan adanya rencana ini, diharapkan kawasan Kota Tua semakin kaya akan destinasi budaya yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelestarian sejarah, tetapi juga sarana edukasi dan pariwisata yang terintegrasi.

STATISTIK PEMBACA

LAINNYA
error: Content is protected !!