NABIRE – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah akan merekrut petugas lapangan untuk melakukan pendataan, verifikasi, dan validasi data Orang Asli Papua (OAP) di delapan kabupaten. Langkah ini diambil guna memastikan ketersediaan data yang akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan dan program pembangunan.
Juru Bicara Gubernur Papua Tengah, Emanuel You, menyatakan bahwa instruksi rekrutmen ini merupakan perintah langsung dari Gubernur Meki Frits Nawipa. Ia menilai, selama ini pemerintah menghadapi kendala dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran karena data OAP yang tersedia masih berupa perkiraan.
“Tujuannya supaya dilakukan pendataan, verifikasi, dan validasi data OAP yang benar-benar akurat, bukan kira-kira. Selama ini kita kesulitan menentukan arah kebijakan yang terukur karena datanya belum valid,” ujar Emanuel dalam siaran persnya, Selasa (29/9/2026).
Proses pendataan ini akan menyasar delapan kabupaten di wilayah Papua Tengah, yakni Nabire, Deiyai, Dogiyai, Paniai, Intan Jaya, Puncak, Puncak Jaya, dan Mimika. Pemerintah berharap dengan data yang terverifikasi, program-program khusus dan bantuan bagi masyarakat OAP dapat tersalurkan dengan tepat.
Selain memperkuat basis data pemerintah, Emanuel menambahkan bahwa rekrutmen petugas lapangan ini juga memiliki dampak ekonomi sosial, yaitu membuka kesempatan kerja bagi masyarakat yang saat ini belum memiliki pekerjaan untuk terlibat dalam proses verifikasi data.
