MENU Sabtu, 07 Nov 2026

Dari Kebun ke Pasar Dunia, Pemprov Papua Tengah Perkuat Kapasitas Petani Kopi Puncak Jaya

waktu baca 2 menit
Jumat, 6 Nov 2026 06:32 95 Yan Willim

PUNCAK JAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan menggelar pelatihan budidaya kopi berkelanjutan dan pengolahan pascapanen bagi petani di Kabupaten Puncak Jaya, Jumat (6/11/2026) Berlangsung di salah satu Aula di Jalan Trans Mulia-Wamena, Kelurahan Pakaleme, Distrik Pakaleme, Kabupaten Puncak Jaya.

Berlangsung selama dua hari ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas dan daya saing kopi Papua Tengah di pasar nasional maupun internasional. Giat ini merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Provinsi Papua Tengah dengan Asosiasi Kopi Indonesia.

Dalam keterangan, Kepala Bidang Perkebunan Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Papua Tengah, Andrias Gobai, menegaskan bahwa peningkatan kualitas kopi tidak cukup hanya dilakukan melalui pembagian bibit dan kegiatan penanaman semata.

“Pemerintah harus hadir mendampingi petani sejak persiapan lahan sampai pengolahan pascapanen,” kata Andrias (6/11/2026) kepada wartawan.

Gobai juga menjelaskan, pendampingan berkelanjutan tersebut mencakup persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan, pemangkasan, pemupukan, pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT), hingga proses panen dan pascapanen. Pendampingan ini dinilai krusial mengingat karakteristik wilayah Papua Tengah yang unik; daerah pegunungan seperti Kabupaten Puncak Jaya sangat cocok untuk pengembangan kopi Arabika, sementara wilayah dataran rendah berpotensi untuk kopi Robusta.

“Petani harus menjadi pelaku utama dalam pengembangan kopi. Sementara itu, pemerintah berperan memberikan pendampingan, fasilitas sarana produksi, penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas, serta membuka akses pasar,” tegasnya.

Langkah ini sejalan dengan program “Gerakan Menanam Pohon Kopi di Papua Tengah” yang terus didorong di bawah kepemimpinan Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa. Menurut Andrias, program ini merupakan investasi jangka panjang untuk membangun perekonomian masyarakat berbasis potensi lokal.

Andrias juga mengimbau para peserta pelatihan untuk segera menerapkan pengetahuan yang diperoleh di kebun masing-masing dan membagikannya kepada kelompok tani lain. Dengan demikian, manfaat dari pelatihan ini dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat petani.

Lebih dari sekadar menargetkan peningkatan volume produksi, Pemprov Papua Tengah memiliki visi untuk membangun identitas dan kebanggaan terhadap produk lokal. Kopi dari Puncak Jaya dan kabupaten lainnya diharapkan dikenal dunia melalui kualitas, cita rasa, serta keunikan karakteristik daerah asalnya.

“Target kita bukan hanya menghasilkan kopi, tetapi membangun identitas dan kebanggaan terhadap Kopi Papua Tengah,” ujarnya.

Gobai juga berharap kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, Asosiasi Kopi Indonesia, penyuluh, petani, dan pelaku usaha dapat berlangsung secara berkesinambungan. Dengan demikian, kopi Papua Tengah mampu menembus pasar yang lebih luas dan memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan petani lokal.

“Dari kebun petani, menuju pasar dunia. Dari tanah Papua Tengah, untuk Indonesia dan dunia,” pungkas Andrias.

STATISTIK PEMBACA

LAINNYA
error: Content is protected !!