BANJARMASIN – PT Jasa Raharja (Persero) memastikan pelayanan dan pemenuhan hak perlindungan bagi korban insiden kecelakaan kapal KM Virgo Transport 8 terus dilakukan seiring berlangsungnya proses evakuasi oleh tim SAR gabungan. Kecelakaan yang terjadi dalam pelayaran rute Surabaya–Banjarmasin pada Ahad (13/9/2026) ini telah menewaskan enam orang dan meninggalkan ratusan penumpang lainnya yang masih dalam proses pencarian.
Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, melakukan peninjauan langsung ke lokasi bersama Direktur Operasional Jasa Raharja, Ariyandi, dan Direktur Teknik Jasaraharja Putera, Suhardiman. Awaluddin menyatakan bahwa pihaknya terus berkoordinasi intensif dengan posko SAR, rumah sakit, kepolisian, dan pihak terkait lainnya untuk mendapatkan data korban yang akurat.
Rincian Santunan dan Jaminan Perawatan
Berdasarkan perkembangan terbaru dari tim operasi gabungan, terdapat enam korban meninggal dunia yang saat ini masih dalam proses identifikasi. Sesuai ketentuan, Jasa Raharja akan memberikan santunan kematian sebesar Rp50 juta kepada ahli waris yang sah.
Bagi korban yang mengalami luka-luka dan mendapatkan perawatan medis, Jasa Raharja telah menerbitkan jaminan biaya perawatan kepada tiga rumah sakit rujukan, yaitu RSUD Ulin, RS TPT, dan RS Sultan Suryansyah. Maksimal biaya perawatan yang ditanggung adalah Rp20 juta per korban.
Selain perlindungan dasar dari Jasa Raharja, korban juga dilindungi oleh anak usaha Jasa Raharja, yaitu PT Jasaraharja Putera (JRP). Berdasarkan polis yang berlaku, perlindungan penumpang kapal mencakup:
* Manfaat meninggal dunia maksimal Rp20 juta.
* Cacat tetap maksimal Rp20 juta (disesuaikan dengan persentase tingkat kecacatan).
* Biaya perawatan maksimal Rp10 juta berdasarkan kuitansi rumah sakit atau dokter.
* Biaya penguburan maksimal Rp2 juta bagi korban yang tidak memiliki ahli waris.
Status Pencarian 136 Penumpang
Sementara itu, Menteri Perhubungan, Dudy Purwaghandy, yang turut memantau langsung proses evakuasi di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, memberikan update jumlah korban. Dari total 243 penumpang yang terdaftar, tim SAR telah berhasil mengevakuasi 107 orang hidup-hidup dan menemukan 6 jenazah.
“Sore ini, dari 243 penumpang, tim evakuasi SAR telah berhasil mengevakuasi 107 penumpang, 6 orang meninggal, sehingga masih terdapat 136 penumpang dalam proses pencarian,” jelas Menhub Dudy Purwaghandy.
Awaluddin menegaskan bahwa prioritas utama Jasa Raharja saat ini adalah memastikan korban mendapatkan penanganan medis dan administrasi yang baik. “Dalam kondisi seperti ini, yang paling utama adalah memastikan korban mendapatkan penanganan dengan baik. Kami akan terus mengikuti perkembangan di lapangan dan memastikan pelayanan Jasa Raharja berjalan sesuai kebutuhan serta ketentuan yang berlaku,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian 136 penumpang yang masih hilang terus dilakukan oleh tim SAR gabungan di perairan sekitar lokasi kejadian.