NABIRE – Pemerintah Kabupaten Nabire resmi menggelar upacara pengambilan sumpah dan janji jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) serta pejabat Eselon II, III, dan IV. Prosesi pelantikan, Kamis (9/4/2026) Berlangsung di Aula Maranatha Malompo, Kabupaten Nabire.
Acara krusial yang menjadi tonggak keberlanjutan roda pemerintahan ini dihadiri dan disaksikan langsung oleh Ketua DPRD Nabire, Nancy Worabay, Wakil Bupati Nabire H. Burhanuddin Pawennari, Anggota DPR Provinsi Papua Tengah, serta tokoh adat dan tokoh masyarakat setempat.
Suasana pelantikan diwarnai dengan teguran keras dari Bupati Nabire, Mesak Magai, sekaligus komitmen kuat untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja birokrasi yang dinilai belum maksimal dalam hal perencanaan teknis.
Dalam sambutannya, Bupati Mesak Magai sempat menyampaikan permohonan maaf kepada para rohaniawan dan seluruh tamu undangan atas ketidakteraturan teknis serta keterlambatan jadwal pelantikan yang semula direncanakan berlangsung sebelum masa puasa.
Lebih jauh, ia menyoroti penurunan kualitas kinerja di lingkungan kepegawaian. Menurutnya, kualitas pelayanan pemerintahan akan terus menurun jika pola koordinasi dan perencanaan yang kurang baik dibiarkan berlanjut.
“Pelantikan kali ini menjadi bahan evaluasi total bagi kami. Kami membutuhkan aparatur yang kompeten dan disiplin untuk memastikan pelayanan publik berjalan maksimal,” tegas Mesak saat ditemui usai acara.

Bupati menekankan bahwa penempatan jabatan dalam proses mutasi dan pelantikan kali ini didasarkan pada objektivitas kinerja, bukan atas dasar kedekatan pribadi atau kecocokan semata antara pimpinan dan bawahan.
Mengakhiri sambutannya, Bupati mengajak seluruh pejabat yang baru dilantik dan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk segera beradaptasi dan membuktikan kualitas kerja nyata mereka di lapangan.
“Evaluasi yang kami lakukan bukan didasarkan pada rasa suka atau tidak suka, melainkan pada kebutuhan organisasi dan pembuktian kinerja nyata. Saya selaku Bupati tidak ingin pelayanan kepada masyarakat terganggu karena ketidaksiapan birokrasi kita,” pungkasnya.