MENU Sabtu, 02 Mei 2026

Pemprov Papua Tengah Gelar Hardiknas 2026 di SLB, Tegaskan Komitmen Pendidikan Inklusif

waktu baca 2 menit
Sabtu, 2 Mei 2026 10:34 16 admin

NABIRE – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah menggelar upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Area Mepa Boarding School, Kali Semen, SP2 Nabire, Sabtu (2/5/2026).

Upacara tahun ini mengangkat tema Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.

Pelaksanaan upacara berlangsung berbeda. Pemimpin upacara adalah Deki, siswa disabilitas dari SLB Negeri Pembina Provinsi Papua Tengah. Dengan tubuh tegap dan suara lantang, Deki memimpin jalannya upacara dan menjadi perhatian hadirin.

“Kondisi fisik bukanlah penghalang untuk berdiri di depan,” ujar salah satu peserta upacara. Momen tersebut menciptakan suasana haru di lapangan.

Upacara dihadiri pejabat Forkopimda Papua Tengah, pimpinan yayasan, sejumlah guru, dan perwakilan sekolah di Nabire.

Bertindak sebagai pembina upacara, Gubernur Provinsi Papua Tengah Meki Nawipa menegaskan pemilihan lokasi upacara di SLB adalah pesan simbolis bahwa Pemprov Papua Tengah serius memberi perhatian pada pendidikan khusus.

“Langkah ini adalah pesan simbolis sekaligus nyata bahwa Pemerintah Provinsi Papua Tengah memberikan perhatian serius pada pendidikan khusus. Selama ini, mungkin saudara-saudara kita, anak-anak kita yang memiliki kebutuhan khusus, seringkali berada di pinggir perhatian,” kata Meki Nawipa dalam amanatnya.

Ia menegaskan pendidikan bermutu untuk semua berarti juga pendidikan bermutu bagi anak-anak penyandang disabilitas. “Papua Tengah tidak akan bisa maju jika

Melalui momentum Hardiknas 2026, Gubernur menginstruksikan tiga hal:

1. Penguatan infrastruktur: Meningkatkan fasilitas di sekolah luar biasa dan mendorong sekolah reguler menjadi sekolah inklusi yang ramah disabilitas.
2. Peningkatan kompetensi guru: Mengalokasikan program pelatihan khusus bagi guru pendidikan khusus agar metode pengajaran semakin adaptif.
3. Partisipasi yayasan: Memberi penghargaan kepada 6 pelopor yayasan di Papua Tengah dan meminta terus menjadi mitra menjangkau anak-anak di pelosok yang memerlukan penanganan khusus.

“Anak-anakku di SLB yang berada di Provinsi Papua Tengah, kalian adalah mutiara Papua Tengah. Keterbatasan bukanlah penghalang untuk bermimpi mencapai Puncak Jayawijaya. Pemerintah ada di belakang kalian, masyarakat mendukung kalian, dan masa depan Papua Tengah menanti karya kalian,” ucap Meki Nawipa.

Gubernur menutup amanat dengan ajakan menjadikan Hardiknas 2026 sebagai titik balik untuk lebih empati, inklusif, dan bergotong-royong.
“Mari kita kuatkan partisipasi semesta, demi pendidikan yang bermutu, merata, dan menyentuh setiap jiwa di Tanah Papua Tengah tercinta. Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026. Bergerak Bersama, Semarakkan Merdeka Belajar.”ungkapnya.

LAINNYA
error: Content is protected !!