NABIRE – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Papua Tengah, Nurhaidah, SE, mengeluarkan pernyataan resmi terkait beredarnya informasi palsu di media sosial tentang adanya program bantuan biaya studi akhir bagi mahasiswa. Pada Jumat (26/06/2026) sore tadi dalam keterangan pers diterima media ini.
Nurhaidah menegaskan bahwa informasi tersebut adalah hoaks atau berita bohong yang menyesatkan masyarakat, khususnya para mahasiswa di wilayah Papua Tengah.
Dalam keterangannya, Nurhaidah menjelaskan bahwa mekanisme penyaluran bantuan biaya studi akhir bagi mahasiswa di Papua Tengah tidak dilakukan melalui pengajuan langsung ke Dinas Pendidikan. Sebaliknya, seluruh proses pencairan dana bantuan tersebut dikelola dan disalurkan langsung melalui perguruan tinggi atau kampus tempat mahasiswa tersebut terdaftar.
Mekanisme Penyaluran Dana Melalui Kampus
Nurhaidah menekankan pentingnya pemahaman yang benar mengenai alur birokrasi pendidikan agar masyarakat tidak terjebak dalam penipuan atau ekspektasi yang keliru.
“Yang benar, kami memberikan bantuan biaya studi akhir lewat kampus-kampus, di mana mahasiswa terdaftar. Semua dana mengalir lewat kampus yang berada di Provinsi Papua Tengah,” jelasnya.
Ia mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk orang tua dan para mahasiswa, untuk tidak menanggapi secara serius informasi yang beredar di berbagai platform media sosial yang mengklaim adanya jalur khusus pengajuan bantuan melalui kantor dinas.
Klarifikasi ini dikeluarkan sebagai respons cepat terhadap maraknya misinformasi yang dapat menimbulkan keresahan dan kerugian bagi para calon penerima manfaat.
“Sekali lagi kami tegaskan, informasi yang masuk di media sosial bahwa ada bantuan biaya studi akhir dengan syarat diajukan lewat Dinas Pendidikan adalah tidak benar. Itu adalah berita bohong.”ucap Nurhaidah.
Nurhaidah meminta publik untuk selalu memverifikasi informasi melalui saluran resmi pemerintah sebelum menyebarkannya atau mengambil tindakan berdasarkan informasi tersebut.
“Mohon untuk tidak menanggapi dengan serius informasi yang tidak jelas sumbernya. Kami akan terus memantau dan memberikan edukasi agar masyarakat tidak mudah tertipu oleh modus-modus seperti ini,” tambah Nurhaidah.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah berkomitmen untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam setiap program bantuan pendidikan. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan mengikuti prosedur resmi yang telah ditetapkan oleh masing-masing institusi pendidikan tinggi di daerah tersebut.