NABIRE – Wakil Ketua IV Dewan Perwakilan Rakyat Papua Tengah, John NR Gobai, melontarkan kritik keras terhadap PT Freeport Indonesia terkait terbengkalainya layanan kapal perintis di Distrik Jita, Kabupaten Mimika.Hal tersebut disampaikan, Sabtu (08/02/2026) dalam Pers Release kepada media ini.
Menurut Gobai, pendangkalan sungai yang menjadi penyebab utama masalah ini adalah dampak langsung dari aktivitas Freeport yang selama ini tak kunjung diatasi.
“Permasalahan krusial terkait pelayanan kapal perintis di Distrik Jita ini bukan cerita baru. Ini berawal dari protes kami yang tak kunjung diindahkan terhadap Freeport mengenai pendangkalan sungai-sungai vital,” tegas Gobai.
Gobai menjelaskan bahwa layanan kapal perintis yang seharusnya menjadi angin segar bagi masyarakat, justru terhambat oleh masalah yang sama.
“Pelayanan kapal perintis untuk Distrik Jita, Kabupaten Mimika, yang dijadwalkan dimulai pada tahun 2025, kini terbengkalai total akibat pendangkalan parah di dekat Pulau Tiga,” seru Gobai.
Gobai menambahkan bahwa tanpa penanganan akar masalah, janji pemerintah untuk melanjutkan layanan kapal perintis pada tahun 2026 hanyalah fatamorgana.
“Tidak ada tawar-menawar! Pendangkalan sungai ini wajib dikeruk sesegera mungkin untuk menciptakan alur-alur kapal yang aman,” tandas Gobai.
Gobai berharap bahwa dengan dibukanya trayek perintis ini, ada perubahan fundamental bagi masyarakat.
“Ini adalah hak mutlak masyarakat kami! Para Guru, Mantri, staf distrik, serta masyarakat dari distrik tetangga harus dapat lebih mudah mencapai distrik-distrik untuk melaksanakan pelayanan dasar,” ujar Gobai.
Sebagai Pimpinan DPR Papua Tengah, John NR Gobai menegaskan bahwa ini bukan lagi sekadar permohonan, melainkan desakan keras untuk segera ditindaklanjuti oleh semua pihak terkait, terutama PT Freeport Indonesia yang memiliki tanggung jawab moral dan lingkungan atas kerusakan yang ditimbulkan.