NABIRE – Sekretaris Umum (Sekum) Biro Pemuda Gereja Kemah Injil (Kingmi) di tanah Papua Klasis Nabire, Zet Yeimo, S.Kep Ners, mengimbau seluruh pemuda dan pemudi yang sedang menempuh pendidikan sekolah maupun perguruan tinggi untuk tetap aktif berpartisipasi dalam kegiatan gereja.
“Ajak pemuda-pemudi baru tetap bertahan dalam pelayanan gereja sampai akhir pendidikan selesai. Jangan berpindah-pindah gereja seperti ikan Uwo Iboudaka.”ucap Zet Yeimo kepada media (09/09/2026) pagi tadi.
Imbauan ini disampaikan Zet Yeimo di tengah masa orientasi pemuda di berbagai jemaat lokal. Ia menekankan pentingnya konsistensi dan keteguhan hati bagi generasi muda agar tidak mudah terpengaruh oleh arus perubahan lingkungan sosial saat memulai fase pendidikan baru.
Dalam pesannya, Zet Yeimo menggunakan analogi kearifan lokal “Uwo Iboudaka” (sejenis ikan yang dikenal sering berpindah tempat) untuk menggambarkan perilaku sebagian pemuda yang cenderung berpindah-pindah gereja tanpa alasan yang jelas atau komitmen yang matang.
“Mereka bergabung juga dalam gereja sebagai pemuda aktif dan sedang melakukan perkenalan di masing-masing gereja. Jadi, kamu ajak pemuda-pemudi baru tetap bertahan dalam pelayanan gereja sampai akhir pendidikan selesai,” kata Zet Yeimo.
Ia menilai bahwa stabilitas komunitas gereja sangat penting bagi pertumbuhan iman. Pemuda yang sering berpindah-pindah dikhawatirkan kehilangan akar spiritual dan dukungan komunitas yang konsisten.
Tiga Kunci Bertahan Hingga Akhir Pendidikan
Untuk membantu pemuda menjaga konsistensi tersebut, Zet Yeimo merumuskan tiga strategi utama yang harus diterapkan:
1. Memaknai “Bertahan” dengan Benar:
Bertahan bukan berarti hidup tanpa masalah, melainkan kemampuan menjaga api iman tetap menyala di tengah godaan dunia, keraguan akademis, dan tantangan zaman. Pemuda adalah tiang masa depan gereja, sehingga fondasi yang kuat adalah harga mati.
2. Menjaga Intimitas Spiritual:
Rutinitas doa dan pembacaan Firman Tuhan harus dipandang sebagai “baterai rohani”, bukan sekadar kewajiban ritual. Ini menjadi sumber kekuatan utama menghadapi tekanan sehari-hari.
3. Membangun Komunitas Sehat:
Pemuda diminta untuk tidak berjalan sendirian. Bergabung dalam kelompok sel atau persekutuan kecil yang saling mendukung, mendoakan, dan menegur dalam kasih sangat krusial saat iman mulai goyah.
Mengutip Matius 24:13, “Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat,” Zet Yeimo mengingatkan bahwa ketekunan adalah kunci keselamatan dan kedewasaan iman.
Lebih lanjut, ia mengajak pemuda untuk menjadikan pelayanan sebagai gaya hidup, bukan beban. “Ketika kita sibuk memberkati orang lain melalui pelayanan, ruang untuk jatuh dalam godaan akan berkurang,” pungkasnya.
Zet menutup pesannya dengan harapan agar campur tangan Tuhan senantiasa menyertai seluruh pemuda Kingmi Klasis Nabire dalam menjalani masa pendidikan dan pelayanan mereka.