MENU Selasa, 08 Sep 2026

Kunjungan Deiyai: Gubernur Meki Nawipa Janjikan Solusi Tuntas Sengketa Kapiraya Akhir Tahun 2026

waktu baca 3 menit
Selasa, 8 Sep 2026 08:20 19 admin

DEIYAI – Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan sengketa tapal batas wilayah Kapiraya secara damai sebelum akhir tahun 2026. Pernyataan tegas ini disampaikan Gubernur saat berdialog dengan masyarakat di Aula Tuyana, Waghete, Kabupaten Deiyai, pada Selasa (8/9/2026).

Kunjungan kerja ke Deiyai ini merupakan kelanjutan dari agenda di Dogiyai sehari sebelumnya. Disambut oleh Bupati Deiyai Melkianus Mote, Wakil Bupati Ayub Pigome, serta jajaran Forkopimda, Gubernur menyentuh enam poin strategis: penyelesaian sengketa lahan, pendidikan, ekonomi kerakyatan, bantuan keagamaan, apresiasi pelajar berprestasi, dan dukungan bagi pemuda.

Solusi Adat untuk Sengketa Kapiraya

Menyikapi potensi ketegangan akibat sengketa batas wilayah, Gubernur mewajibkan pendekatan berbasis kearifan lokal. Ia berencana mengundang Bupati Mimika, Deiyai, dan Dogiyai untuk berkoordinasi langsung. Selain itu, Pemprov juga mengkaji pembangunan jalan penghubung Deiyai–Kapiraya untuk memperkuat konektivitas dan akses ekonomi.

“Penyelesaian dilakukan melalui pendekatan pemerintahan dan pendekatan adat yang dapat diterima seluruh pihak,” jelas Meki Nawipa.

Dukungan Nyata untuk Pendidikan dan Generasi Muda

Di sektor pendidikan, Gubernur meninjau langsung pembangunan Asrama SMP Teologi Kristen di Gakokebo, Distrik Tigi Utara. Ia menjamin keberlanjutan anggaran, dengan alokasi Rp700 juta yang telah diberikan tahun lalu dan akan ditingkatkan tahun depan untuk kebutuhan konsumsi serta pengelolaan asrama. Gubernur juga menekankan pentingnya sanitasi dan kebersihan fasilitas asrama.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap prestasi, Gubernur menyerahkan 18 unit laptop kepada pelajar dan 2 guru pendamping asal Deiyai yang meraih Juara Umum Festival Cahaya Kreasi Pelajar SMA/SMK Papua Tengah 2026.

“Gunakan laptop ini untuk hal-hal positif, terutama belajar dan mengembangkan kemampuan diri,” pesannya.

Tak hanya itu, Gubernur juga menyerahkan bantuan simbolis berupa 34 unit sepeda motor kepada pemuda Deiyai. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan mobilitas, mendorong perekonomian, sekaligus menjadikan para pemuda sebagai pelayan masyarakat di daerah terpencil.

Menggerakkan Ekonomi Rakyat dan Pelestarian Budaya

Gubernur Meki Nawipa juga menyempatkan diri mengunjungi Meubel Perahu Rakyat di Distrik Tigi dan Galeri Budaya untuk melihat potensi ekonomi kreatif. Di Pasar Mama-Mama Papua, ia berdialog langsung dengan para pedagang untuk menyerap aspirasi dan kendala usaha.

“Pembangunan tidak berhenti pada fisik. Dukungan terhadap pendidikan, pelestarian budaya, dan penyediaan ruang usaha bagi mama-mama Papua adalah bagian penting memperkuat kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Bantuan Infrastruktur Keagamaan

Dalam rangka mendukung kehidupan beragama, Gubernur juga menyerahkan bantuan sebesar Rp5 miliar kepada panitia pembangunan gedung Gereja Katolik Paroki Kristus Kebangkitan Kita Damabagata, Distrik Tigi Timur. Langkah ini diambil sebagai komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas iman dan ketaqwaan masyarakat.

Rangkaian kunjungan ini menegaskan arah kebijakan Pemprov Papua Tengah yang mengutamakan (mendengarkan) aspirasi lapangan, menyelesaikan konflik secara damai, dan memastikan pembangunan menyentuh kebutuhan dasar masyarakat secara holistik.




  • Pemprov Papua Tengah Harapkan Layanan Hukum Jangkau Kampung

STATISTIK PEMBACA

LAINNYA