MENU Kamis, 10 Sep 2026

Apresiasi MRP untuk Gubernur Meki Nawipa: Langkah Nyata di Dogiyai-Deiyai Dinilai Pro-OAP

waktu baca 3 menit
Rabu, 9 Sep 2026 04:11 426 admin

WAGHETE – Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Tengah memberikan apresiasi tinggi atas kunjungan kerja Gubernur Meki F. Nawipa ke Kabupaten Dogiyai dan Deiyai pada awal September 2026. Melalui keterangan pers yang disampaikan oleh Anggota Kelompok Kerja (Pokja) Agama MRP Papua Tengah, Yehuda Gobai, lembaga adat tersebut menilai langkah-langkah strategis Gubernur telah menyentuh aspek fundamental pemberdayaan Orang Asli Papua (OAP).

“Kami harap Bapak Gubernur merekrut anak-anak cerdas di bidang sains untuk dikirim ke negara-negara unggul teknologi seperti Amerika, Rusia, Cina, atau Israel. Ini agar orang Papua bisa sejajar dengan bangsa lain di dunia.” ucap Yehuda Gobai.

Apresiasi ini mencakup berbagai program prioritas, mulai dari peletakan batu pertama pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) di wilayah Mapia dan Raya, hingga dukungan konkret bagi pemuda lokal melalui pemberdayaan organisasi ojek lokal di Dogiyai.

Yehuda Gobai menyoroti bahwa kunjungan Gubernur tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menghasilkan dampak nyata. Di Dogiyai, pemerintah hadir membantu mobilitas masyarakat melalui dukungan terhadap pemuda penyedia jasa transportasi lokal. Sementara di Deiyai, fokus dialihkan pada penguatan sektor pendidikan, termasuk bantuan bagi SD Negeri, yayasan, sekolah teologi, serta pembangunan gedung gereja.

“Terima kasih Pak Gubernur atas pemberdayaan buat pemuda-pemuda Kabupaten Dogiyai dan beberapa program lainnya… Begitu juga bantuan pembangunan gedung-gedung gereja dan beberapa program penting untuk kepentingan masyarakat,” ujar Yehuda.

Ia juga menyambut positif kebijakan pendidikan gratis hingga perguruan tinggi, termasuk skema beasiswa ke Nabire, Timika, hingga luar negeri, yang dinilai akan meringankan beban ekonomi orang tua dan membuka akses masa depan bagi generasi muda.

Dalam catatan pentingnya, MRP Papua Tengah mengajukan rekomendasi strategis jangka panjang kepada Gubernur dan Dinas Pendidikan. MRP mendesak adanya pembentukan sekolah khusus atau program akselerasi bagi anak-anak asli Papua yang memiliki potensi unggul dalam bidang Matematika, Fisika, Biologi, dan Kimia.

Yehuda Gobai menekankan bahwa anak-anak berprestasi ini harus dipersiapkan menjadi aset bangsa dengan mengirimkan mereka untuk studi lanjutan di negara-negara pusat teknologi dunia.

“Supaya mereka bisa pendidikan di tingkat internasional… di negara-negara unggul di bidang teknologi seperti di Amerika, di Rusia, di Cina, bahkan juga di Israel. Supaya mereka mengambil ilmu-ilmu dan pengalaman pendidikan yang lebih maju,” jelas Yehuda.

Tujuan akhir dari program ini adalah mencetak ilmuwan dan ahli teknologi, termasuk di bidang nuklir dan kimia, sehingga sumber daya manusia Papua dapat bersaing secara global dan sejajar dengan bangsa-bangsa lain.

Sebagai contoh konkret potensi yang perlu dibina, Yehuda menyebutkan fenomena viral anak asal Nabire, Vanetta Tenoye, sebagai bukti bahwa talenta luar biasa ada di tanah Papua. MRP meminta pemerintah untuk mendata dan membina anak-anak serupa dari seluruh kabupaten, termasuk Puncak, Intan Jaya, Paniai, Dogiyai, Deiyai, dan Timika.

“Ini PR besar yang kita persiapkan. Apa yang kita tanam hari ini, mereka akan cerita puluhan tahun ke depan bahwa kami dipersiapkan dan dibiayai oleh pemerintah pada masa ini,” tambah Yehuda.

MRP Papua Tengah menegaskan kembali tugas pokoknya dalam perlindungan, pemberdayaan, dan keberpihakan kepada OAP. Lembaga ini berkomitmen untuk terus bersinergi dengan Gubernur dan Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) demi mewujudkan kesejahteraan rakyat.

“Pantang menyerah, pantang mundur, maju terus. Maju tak gentar sampai sukses pembangunan Provinsi Papua Tengah. Lebih baik daripada provinsi-provinsi yang ada di Tanah Papua,” pungkas Yehuda Gobai sambil menutup dengan doa.*




  • Pemprov Papua Tengah Harapkan Layanan Hukum Jangkau Kampung

STATISTIK PEMBACA

LAINNYA