NABIRE – Panglima Kodam (Pangdam) XXIX/Mambruk, Mayjen TNI Aminton Manurung, S.I.P., tiba di Nabire, Papua Tengah, pada Rabu (21/10/2026). Kedatangannya disambut langsung oleh Gubernur Papua Tengah, Meki F. Nawipa, S.H., beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh adat, dan ratusan prajurit TNI.
Dalam kesempatan tersebut, Pangdam menegaskan bahwa kehadiran Kodam XXIX/Mambruk bertujuan menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, sekaligus mendukung percepatan pembangunan di delapan kabupaten di Provinsi Papua Tengah.
Penyambutan berlangsung di kawasan Markas Kodam XXIX, Jalan Kusuma Bangsa, Malompo, Nabire, dalam suasana hangat dan khidmat. Mayjen TNI Aminton Manurung disambut melalui tarian adat dan tradisi militer yang dipimpin jajaran prajurit TNI di bawah komando Komandan Korem (Danrem) 173/Praja Vira Braja (PVB), Brigjen TNI Vivin Alivianto, S.I.P.
Kedatangan Pangdam menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan seluruh unsur Forkopimda dalam menjaga stabilitas keamanan serta menciptakan kondisi yang kondusif bagi kesejahteraan masyarakat Papua Tengah.
Sejumlah pejabat daerah dan unsur pimpinan TNI-Polri turut hadir dalam penyambutan tersebut. Di antaranya Gubernur Papua Tengah Meki F. Nawipa, S.H., Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Tengah Agustinus Anggaibak, S.M., Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jeremias Rontini, S.I.K., M.Si., Kepala Kejaksaan Negeri Nabire M. Yuris Rawando, S.H., M.H., Wakil Bupati Nabire Burhanuddin Pawennari, Komandan Lanal Nabire Letkol Laut (P) Mario Marco Wainarisi, S.T., M.Tr.Opsla., Kabinda Papua Tengah Brigjen TNI Alfi Sahri Lubis, S.I.P., M.M., serta Wakil Ketua II DPR Papua Tengah Drs. Petrus Izaach Suripatty, M.Si., bersama jajaran pejabat Kodam XXIX/Mambruk.
Dalam keterangannya kepada awak media, Mayjen TNI Aminton Manurung menegaskan bahwa kehadiran Kodam XXIX/Mambruk bukan untuk menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat, melainkan untuk membangun hubungan yang harmonis.
“Kehadiran kami di sini adalah untuk menciptakan kenyamanan dan keamanan di wilayah Papua Tengah. Kami hadir untuk membantu masyarakat dan bekerja sama dengan rekan-rekan Forkopimda,” ujarnya.
Menurutnya, keamanan merupakan fondasi penting dalam pelaksanaan pembangunan daerah. Oleh karena itu, TNI akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah agar berbagai program pembangunan dapat berjalan optimal.
“Kami berharap masyarakat tidak takut dengan kehadiran Kodam XXIX/Mambruk. Kami datang untuk bersilaturahmi. Kami juga bagian dari masyarakat Papua Tengah dan ingin bersama-sama menciptakan rasa aman serta nyaman,” tambahnya.
Terkait penguatan satuan di delapan kabupaten wilayah kerja Kodam XXIX/Mambruk, Pangdam menjelaskan bahwa sejumlah Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) telah memasuki tahapan penempatan dan penyiapan personel.
Ia menyebutkan Batalyon 820 berada di Timika dan Batalyon 804 di Nabire, sementara enam batalyon lainnya telah memasuki tahap pemusatan (*marshalling*).
Selain penyiapan satuan, Kodam juga tengah membahas rencana lokasi pangkalan di sejumlah kabupaten bersama Danrem dan jajaran staf. Penetapan lokasi masih memerlukan koordinasi dan klarifikasi dengan pemerintah daerah agar fasilitas yang disiapkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan operasional prajurit.
Dukungan pemerintah daerah dinilai sangat dibutuhkan untuk menunjang kesiapan pangkalan dan penempatan personel. Saat ini, perlengkapan pendukung, termasuk kendaraan dan peralatan lainnya, masih dalam proses pengiriman dari Jakarta.
Pangdam menilai keberhasilan pembangunan di Papua Tengah membutuhkan keterlibatan semua pihak. Kondisi keamanan yang terjaga akan membantu pemerintah melaksanakan program pembangunan, meningkatkan pelayanan publik, serta membuka ruang bagi aktivitas ekonomi masyarakat.
Ia berharap keberadaan prajurit di berbagai wilayah dapat memberikan dampak positif, termasuk melalui aktivitas ekonomi yang tumbuh seiring dengan kebutuhan personel dan dukungan logistik satuan.
“Keberhasilan tugas TNI tidak hanya ditentukan oleh kesiapan personel dan perlengkapan, tetapi juga oleh dukungan pemerintah daerah serta kepercayaan masyarakat,” tegas Mayjen TNI Aminton Manurung.
Melalui komunikasi yang terbuka dan kerja sama yang berkelanjutan, TNI bersama pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat berkomitmen untuk mewujudkan Papua Tengah yang aman, damai, dan semakin maju.