MENU Minggu, 18 Jan 2026

Berhasil Tangani Konflik, Gubernur Meki Nawipa Sampaikan Ucapan Terimakasih Kepada Pj Bupati Puncak Jaya

waktu baca 2 menit
Selasa, 13 Mei 2025 20:30 50 admin

Gubernur Provinsi Papua Tengah Meki Nawipa menyampaikan ucapan terimakasih yang sangat spesial untuk Penjabat (Pj) Bupati Puncak Jaya, Yopi Murib. Hal itu diungkapkan Gubernur, karena dinilai telah berhasil dalam penanganan Pilkada. Disampaikan Gubernur Papua Tengah, Selasa, [13/5/2025] siang tadi.

Konflik yang melibatkan dua kubu pendukung, yaitu pasangan nomor urut 1 Yuni Wonda – Mus Kogoya dan pasangan nomor urut 2 Miren Kogoya – Mendi, berhasil diredam melalui pendekatan koordinatif dan penuh kearifan lokal.

“Saya, Gubernur Papua Tengah, mengucapkan banyak terima kasih kepada Pj Bupati Puncak Jaya, Pak Yopi Murib, karena selama ini beliau selalu berkoordinasi dengan seluruh pihak,” ujar Gubernur Nawipa dalam pernyataannya pada Selasa (13/5/2025).

Berkat kerja keras dan pendekatan damai Yopi Murib, kedua belah pihak berhasil mencapai kesepakatan damai yang ditandai dengan ritual adat Belah Kayu Doli pada Senin (12/5/2025) di halaman Kantor Bupati Puncak Jaya.

“Sekali lagi, saya sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya karena hari ini kita bisa melaksanakan ritual adat perdamaian,” kata Nawipa.

Gubernur Meki menyebut Yopi Murib sebagai “putra terbaik suku Lanni” yang patut dihargai atas dedikasinya menyelesaikan konflik yang sempat menelan korban jiwa.

“Terima kasih dari lubuk hati terdalam karena kalian telah berbuat baik untuk negeri ini, menyelamatkan nyawa para korban. Ada lebih dari 600 orang luka-luka dan 14 orang meninggal dunia—nyawa yang tidak bisa diganti dengan uang, karena lebih penting dari kekayaan dan jabatan,” tegasnya.

Ia juga memberikan apresiasi terhadap kebesaran hati kedua pasangan calon yang menerima putusan Mahkamah Konstitusi (MK) pada 7 Mei 2025 dan bersepakat melakukan ritual perdamaian sebagai bentuk rekonsiliasi.

“Hari ini cuaca cerah. Itu artinya habislah gelap, terbitlah terang. Yang gelap sudah selesai dan kita mulai yang terang,” ujarnya secara puitis.

Melalui ritual adat ini, Gubernur menegaskan bahwa tidak boleh lagi ada sekat politik di tengah masyarakat.

“Tidak boleh lagi ada perpecahan. Ritual adat ini sudah sah. Pasangan nomor urut 1 bisa duduk bersama dan merokok dengan pasangan nomor urut 2. Semua harus saling menggandeng tangan. Pemerintahan ini tak akan pernah habis, karena generasi baru akan terus lahir untuk memimpin daerah ini,” tutupnya.

Perdamaian ini menjadi contoh positif dalam menyelesaikan konflik pasca-pilkada di wilayah Papua, dengan mengedepankan nilai-nilai adat dan kearifan lokal untuk menjaga stabilitas dan persatuan masyarakat.

STATISTIK PEMBACA

LAINNYA
error: Content is protected !!