
NABIRE – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Papua Tengah resmi memperluas program seleksi calon mahasiswa sekolah kedinasan pada tahun 2026. Jika sebelumnya hanya berfokus pada Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), tahun ini pemerintah membuka peluang lebih luas ke 6 (enam) sekolah kedinasan milik kementerian dan lembaga negara.
Kepala BKPSDM Papua Tengah, Denci Meri Nawipa, menyampaikan hal tersebut usai memimpin rapat internal di Nabire, Kamis (9/4/2026) tadi. Dia menjelaskan bahwa timnya akan segera turun langsung ke delapan kabupaten untuk melakukan sosialisasi sekaligus penjaringan calon mahasiswa.
“Pekan depan tim akan turun ke Nabire, Mimika, Puncak, Puncak Jaya, Intan Jaya, Dogiyai, Deiyai, dan Paniai. Kami ingin memberikan pemahaman bahwa sekolah kedinasan bukan hanya IPDN saja, melainkan ada enam pilihan lain yang bisa diakses,” ujar Denci.
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, dalam rangka memperluas akses pendidikan tinggi gratis bagi generasi muda daerah.
Adapun enam sekolah kedinasan yang difasilitasi meliputi Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS), Politeknik Imigrasi, Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip), Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG), serta Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN).
Menurut Denci, program ini tetap mengedepankan prioritas bagi putra-putri asli Papua Tengah sejalan dengan semangat Otonomi Khusus.
“Provinsi ini dibentuk untuk memberdayakan anak-anak asli Papua. Mereka harus diprioritaskan agar bisa kuliah gratis dan kembali membangun daerahnya sendiri,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan SDM BKPSDM Papua Tengah, Wanda Joice Tangkere, menjelaskan bahwa terdapat tiga jalur seleksi yang dibuka, yaitu Jalur Reguler untuk lulusan SMA sederajat seluruh Indonesia, Jalur Afirmasi khusus wilayah Papua, serta Jalur Pembibitan yang dibiayai penuh oleh Pemprov Papua Tengah dengan ikatan dinas untuk kembali mengabdi.

Untuk mendukung keberhasilan program ini, BKPSDM juga telah mengajukan permohonan kuota khusus ke Kementerian PAN-RB. Selain itu, pihaknya juga berkomitmen memberikan bimbingan belajar (bimbel) bagi calon peserta agar lebih siap menghadapi seleksi.
Perlu diketahui bahwa, Program ini menyasar lulusan SMA/SMK tahun 2026, maupun lulusan tahun 2024 dan 2025 yang masih memenuhi syarat. Dengan perluasan akses ini, diharapkan semakin banyak generasi muda Papua Tengah yang mendapatkan kesempatan pendidikan berkualitas secara gratis, sekaligus mencetak SDM yang profesional dan siap membangun daerah.