MENU Rabu, 03 Jun 2026

Wamendagri Ribka Haluk dan Wamen PUPR Tinjau Progres Pusat Pemerintahan Papua Tengah, Gedung A-C Ditarget Rampung Desember 2026

waktu baca 3 menit
Rabu, 3 Jun 2026 05:51 90 Yan Willim

NABIRE – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Dr. Ribka Haluk bersama Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Wamen PUPR) Diana Kusumastuti melakukan kunjungan kerja strategis ke Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, pada Rabu (3/6/2026). Kunjungan ini difokuskan untuk meninjau langsung progres pembangunan kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Papua Tengah di Kampung Kaladiri, Distrik Nabire Barat.

Kunjungan tingkat tinggi ini merupakan bentuk dukungan penuh Pemerintah Pusat terhadap percepatan infrastruktur pemerintahan di provinsi termuda di Indonesia tersebut. Rombongan disambut langsung oleh Gubernur Papua Tengah Meki Frits Nawipa, Wakil Gubernur Deinas Geley, Sekretaris Daerah dr. Silwanus Sumule, Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini, Danrem Brigjen TNI Vivian Alivianto, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) lainnya.

Dalam peninjauannya, kedua wakil menteri memeriksa secara detail beberapa bangunan vital yang sedang dalam tahap konstruksi, meliputi:
1. Kantor Gubernur Papua Tengah.
2. Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Papua Tengah.
3. Gedung Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Tengah.
4. Pembangunan tiga tower pendukung yang menjadi bagian integral dari kawasan pusat pemerintahan.

Hasil tinjauan menunjukkan bahwa proyek-proyek tersebut berjalan sesuai rencana dengan kemajuan fisik yang signifikan. Kedua pejabat pusat memberikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi dan profesionalisme tim pelaksana di lapangan.

Wamendagri Ribka Haluk menyatakan kekagumannya terhadap perkembangan pembangunan yang bersifat permanen dan konsisten. Menurutnya, hal ini mencerminkan keseriusan Pemerintah Provinsi Papua Tengah dalam membangun fondasi birokrasi yang kuat.

“Sudah konsisten, kita semua telah melihat perkembangan yang bersifat permanen. Tiga aktor utama, yaitu Pemerintah Provinsi Papua Tengah, MRP, dan DPRD Papua Tengah telah menunjukkan profesionalisme dalam pelaksanaan pembangunan ini. Selain itu, pembangunan tiga tower juga sangat layak diapresiasi,” ujar Ribka Haluk kepada awak media, Rabu siang.

Ribka menekankan bahwa keberadaan pusat pemerintahan yang representatif bukan sekadar simbol, melainkan fondasi logistik dan administratif bagi kebangkitan masyarakat Papua Tengah di masa depan.

“Saya percaya pembangunan di Papua Tengah akan menjadi titik logistik strategis dan menjadi awal kebangkitan masyarakat Papua,” tambahnya.

Sementara itu, Wamen PUPR Diana Kusumastuti menyoroti aspek teknis pembangunan Gedung A, B, dan C di kawasan pusat pemerintahan. Ia menilai progres fisik proyek tersebut cukup memuaskan dan berada di jalur yang tepat (on track).

“Alhamdulillah progresnya cukup baik. Mudah-mudahan pembangunan ini dapat selesai tepat waktu dan keberadaan gedung-gedung tersebut dapat mendukung kelancaran penyelenggaraan pemerintahan di Provinsi Papua Tengah,” kata Diana.

Pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR menargetkan seluruh rangkaian pembangunan fasilitas utama di kawasan Pusat Pemerintahan Papua Tengah dapat rampung sepenuhnya pada akhir Desember 2026. Target ini ditetapkan agar tahun anggaran berikutnya dapat segera dimanfaatkan untuk operasional penuh pemerintahan provinsi.

Selain inspeksi lapangan, pertemuan antara pemerintah pusat dan daerah juga membahas sejumlah usulan teknis dan kebutuhan mendesak lainnya. Diskusi ini bertujuan memastikan tidak ada hambatan berarti dalam rantai pasok material, tenaga kerja, maupun perizinan yang dapat memperlambat proyek.

Kunjungan kerja ini menegaskan komitmen Presiden Prabowo Subianto dan Kabinet Merah Putih untuk terus mendorong pemerataan pembangunan di wilayah timur Indonesia, khususnya di provinsi-provinsi baru hasil pemekaran seperti Papua Tengah.

Dengan selesainya pusat pemerintahan di Kampung Kaladiri, diharapkan pelayanan publik kepada masyarakat Papua Tengah akan semakin prima, sekaligus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi baru di wilayah pesisir utara Papua.

LAINNYA
x
error: Content is protected !!