MENU Minggu, 18 Jan 2026

Peresmian Honai PAMAN di Nabire: Harapan Kedamaian dan Koordinasi Masyarakat Adat Papua Tengah

waktu baca 2 menit
Senin, 29 Des 2025 08:16 128 admin

NABIRE – Acara syukuran dan peresmian Honai sebagai kantor sekretariat Perkumpulan Masyarakat Adat Nusantara (PAMAN) Provinsi Papua Tengah berlangsung khidmat, dimulai pukul 11.00 WIT dan berakhir sekitar pukul 13.25 WIT. Berlangsung Senin (29/12/2025) siang tadi, Berlokasi di Kampung Kali Merah, Distrik Nabire Barat, Kabupaten Nabire.

Dihadiri kepala suku, tokoh adat dan agama serta perwakilan TNI-Polri juga puluhan masyarakat adat.

Turut hadir juga Pendeta Naftali Tabuni sebagai perwakilan PAMAN, Fabianus Tebai (Kepala Suku Simapitowa),Melkias Muyapa (Kepala Suku Mee Papua Tengah) Lukas Kosay (Kepala Suku Nayak), Piter Hubby (Kepala Suku Dhani Rayon Nabire Barat), Maikel Rumaterai (Kepala Suku Nuba/Musairo), Kapten Infanteri Suprasto Mami (Danramil 1705-01/Nabire Kota), IPDA Bogi Transtanto SH (mewakili Kapolres Nabire), serta para Babinsa dan Babinkamtibmas.

Dalam sambutannya, Ketua PAMAN Provinsi Papua Tengah, Ayub Wonda, menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan berbagai pihak, termasuk Presiden Prabowo Subianto. Namun, ia juga mengungkapkan bahwa bangunan Honai tersebut masih memerlukan kelengkapan seperti kursi dan meja.

“Lengkapi kekurangan kami itu Bapak Presiden, Bapak Prabowo, terima kasih. Tetapi belum ada isinya, kami mohon melengkapi kursi dan meja, saat ini kami mohon bantuan,” ujar Ayub.

Ayub juga selaku Kepala suku D3N Nabire itu dirinya berharap Presiden Prabowo dapat terus memperhatikan dan membantu masyarakat adat di Papua Tengah, termasuk melalui pemerintah daerah setempat.

Sementara itu, Sekretaris PAMAN Provinsi Papua Tengah, Sokrates Sayori, menjelaskan bahwa organisasi ini telah berusia sekitar tiga tahun dan dibangun Honai tersebut secara bertahap sesuai prosedur. Pembangunan dimulai dengan peletakan batu pertama oleh Penjabat Gubernur, serta mendapat dukungan dari Presiden terkait penguatan masyarakat adat Nusantara.

“Honai ini diharapkan menjadi perekat toleransi dan kerukunan antarsuku di Kabupaten Nabire, sekaligus membantu pemerintah kabupaten dan provinsi,”ungkap Sokrates.

Terkait peresmian tersebut, Kapten Infanteri Suprasto Mami (Danramil 1705-01/Nabire Kota berpesan setelah diresmikan, Honai ini bisa menjadi tempat mendiskusikan segala hal untuk kepentingan masyarakat luas, khususnya di Provinsi Papua Tengah dan Kabupaten Nabire.

” Guna menjalin koordinasi dan komunikasi antarsuku demi terwujudnya kedamaian,”harapnya.

Honai Nusantara PAMAN diharapkan menjadi pusat kegiatan yang memperkuat identitas dan kerukunan masyarakat adat di tengah pembangunan Provinsi Papua Tengah.

STATISTIK PEMBACA

LAINNYA
error: Content is protected !!