NABIRE – Pemerintah Provinsi Papua Tengah menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD). Langkah ini dilakukan sebagai strategi dalam pembinaan rohani, penguatan budaya gereja, serta pembangunan citra daerah menjelang pelaksanaan ajang nasional. Penegasan tersebut disampaikan oleh Penjabat Sekretaris Daerah Papua Tengah, Silwanus Sumule, saat memimpin Rapat Koordinasi LPPD yang berlangsung di Nabire, Senin (30/03/2026) siang tadi.
Menurut Silwanus, keikutsertaan Papua Tengah dalam Pesparawi Nasional XIV 2026 tidak boleh hanya dipandang sebagai agenda kompetisi semata. Lebih dari itu, momen ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia, memperdalam nilai spiritual, serta mempererat solidaritas.
“Pesparawi bukan sekadar panggung lomba, tetapi ruang pembinaan yang harus dikelola secara serius, terarah, terukur, disiplin, konsisten, profesional, inklusif, dan berkelanjutan,” tegas Silwanus Sumule.
Dalam kesempatan tersebut, Silwanus menekankan bahwa LPPD memegang peran sentral sebagai pelaksana utama seluruh tahapan pembinaan. Mulai dari perencanaan program, proses pelatihan, hingga pelaksanaan kegiatan di tingkat daerah.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi berfungsi sebagai pengarah kebijakan dan koordinator lintas wilayah untuk memastikan seluruh proses berjalan terstruktur dan konsisten.
Ia juga menggarisbawahi pentingnya tata kelola administrasi yang akuntabel dan transparan, serta pembagian kewenangan yang jelas antara pemerintah provinsi dan kabupaten.
Dalam rapat tersebut, sejumlah aspek krusial dibahas, meliputi penataan struktur organisasi yang fungsional, pembagian tugas yang tegas, penyusunan rencana kerja berbasis target, hingga perencanaan anggaran yang rasional dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Kita harus bekerja dengan arah yang jelas, indikator yang terukur, dan target yang konkret agar seluruh proses berjalan efektif, efisien, terstruktur, akuntabel, konsisten, transparan, profesional, dan berorientasi hasil,” ujarnya.
Silwanus juga mengingatkan pentingnya kedisiplinan, kesiapan mental, dan komitmen tinggi dari para peserta yang telah diseleksi. Hal ini agar mereka mampu mengikuti seluruh tahapan pelatihan secara optimal dan menampilkan kualitas terbaik saat tampil nanti.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa Pesparawi memiliki makna mendalam sebagai ruang untuk merawat kebersamaan dan merepresentasikan identitas Papua Tengah.
“Setiap proses latihan harus dimaknai sebagai penguatan iman yang konsisten, disiplin, dan berintegritas tinggi. Setiap penampilan menjadi cerminan ketulusan serta persatuan yang kokoh, bermartabat, dan penuh tanggung jawab,” tutup Silwanus.
Sebagai informasi, Pesparawi Nasional XIV 2026 dijadwalkan akan berlangsung pada tanggal 18–28 Juni 2026 di Manokwari, Papua Barat, sebagai agenda nasional strategis dalam pembinaan iman dan seni gerejawi.