MENU Minggu, 18 Jan 2026

Wujudkan Pendidikan Gratis, Pemprov Papua Tengah Gelar Dialog Terbuka

waktu baca 2 menit
Kamis, 17 Apr 2025 16:44 38 admin

NABIRE – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah dalam hal ini Dinas Pendidikan menggelar Dialog Terbuka bertajuk “Merumuskan Kebijakan Bersama Mewujudkan Pendidikan Berkualitas, Inklusif dan Berkeadilan “Berlangsung Pada Kamis [17/04/2025] pagi tadi. Bertempat di Aula Kantor Gubernur Papua Tengah. Dialog tersebut dihadiri para pimpinan lembaga, yayasan pendidikan dan sekolah yang berada di Papua Tengah serta panelis adalah Pdt.DR. Yance Nawipa,M.Th, DR.Ir.Agus Sumule, Apolonarius Yogi,B.Soc.sc.,M.Sc dan Lutfi Firdaus, S. Pd, M. Pd.

Acara dibuka langsung oleh Gubernur Meki Fritz Nawipa dan dihadiri perwakilan sekitar 20 lembaga serta yayasan pendidikan, seperti Sekolah Genius, Yayasan Serafim, UNIPA, Yayasan PESAT, Sekolah Papua Harapan, Jesuit Indonesia, Majelis Pendidikan Kristen, Sekolah Pelita Harapan, Universitas Pelita Harapan, Yayasan Kaki Dian Emas, Charis National Academy, Yayasan Kalam Kudus, Sekolah Ciputra, Yayasan Ipeka, serta Universitas Presiden.

Panelis terdiri atas Pdt. DR. Yance Nawipa, M.Th; DR. Ir. Agus Sumule; Apolonarius Yogi, B.Soc.Sc., M.Sc; serta Lutfi Firdaus, S.Pd, M.Pd.Dalam sambutannya, Nawipa menekankan pendidikan sebagai jalan utama perubahan berkelanjutan, di tengah tantangan akses tidak merata, keterbatasan infrastruktur, minimnya guru di pedalaman, serta kesenjangan ekonomi yang menyebabkan putus sekolah.

Ia mengapresiasi inisiatif yayasan pendidikan yang telah memberikan beasiswa, membangun sekolah sederhana, dan menerapkan pendidikan berbasis budaya lokal sebagai inspirasi kebijakan pendidikan gratis dari PAUD hingga SMA/SMK, baik negeri maupun swasta.“Pendidikan bukan tanggung jawab pemerintah saja, tapi kolektif. Dialog ini bentuk kolaborasi untuk masa depan generasi muda Papua Tengah,” ujar Nawipa.

Pemprov membuka ruang kontribusi maksimal dari lembaga pendidikan untuk identifikasi wilayah prioritas dan kemitraan strategis, agar “no one left behind” karena keterbatasan ekonomi.Dialog ini menjadi langkah awal mewujudkan program unggulan Gubernur Nawipa dan Wakil Gubernur Deinas Geley.

STATISTIK PEMBACA

LAINNYA
error: Content is protected !!