
Selfester Kobepa,S.Pd,M.Pd adalah salah satu tokoh guru perintis yang berdedikasi tinggi dalam membangun dunia pendidikan di wilayah terpencil Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan (dahulu bagian dari Kecamatan Karubaga, Kabupaten Jayawijaya). Beliau mewakili semangat pengabdian para pendidik era 1990-an yang rela menghadapi tantangan ekstrem untuk mencerdaskan anak-anak asli Papua di daerah pegunungan.
Pendidikan dan Awal PenugasanPada tahun 1990, Selfester Kobepa menyelesaikan studinya di Sekolah Pendidikan Guru (SPG) atau program setara di Universitas Cenderawasih, Jayapura.
Ia meraih gelar Diploma III (D3) di bidang pendidikan. Setelah lulus, beliau langsung ditugaskan oleh pemerintah dan diterbangkan ke wilayah Jayawijaya menggunakan pesawat perintis—satu-satunya akses utama saat itu ke pegunungan Papua yang minim infrastruktur.
Perjalanan menuju Kecamatan Karubaga (kini ibu kota Kabupaten Tolikara) sering kali tidak mudah. Dari ibu kota Wamena, harus ditempuh dengan transportasi udara, dilanjutkan berjalan kaki melintasi medan pegunungan yang berat. Tak kenal lelah, Selfester Kobepa bersama rekan-rekan guru lainnya tetap maju meskipun pesawat sering mengalami kerusakan atau dibatalkan karena cuaca buruk.
Perjuangan Merintis SMP Karubaga
Selfester Kobepa menjadi salah satu perintis pendirian SMP Karubaga pada era awal 1990-an. Saat itu, fasilitas sekolah sangat minim: gedung sederhana, alat belajar terbatas, dan akses listrik atau air bersih sering tidak ada. Namun, dengan semangat pengabdian tinggi, beliau bersama dewan guru yang beragam—asli dari Flores, Toraja, Serui, Biak, dan daerah lain—bekerja kompak.Mereka tidak hanya mengajar, tapi juga melakukan pendekatan budaya kepada masyarakat lokal. Pada masa itu, banyak anak asli daerah belum mengenal pendidikan formal secara luas.Dedikasi mereka membantu memperkenalkan dunia sekolah kepada generasi muda Papua, membuka pintu kesempatan yang sebelumnya tertutup.
Warisan dan Pengaruh
Kontribusi Selfester Kobepa dan rekan-rekannya meletakkan fondasi pendidikan di Tolikara, yang kini telah berkembang dengan sekolah-sekolah seperti SMP YPPGI Karubaga dan SMP Negeri. Warisannya mencerminkan perjuangan guru-guru perintis di pedalaman Papua, di mana akses masih bergantung pada pesawat perintis dan jalur darat yang menantang.
Tokoh seperti beliau menginspirasi generasi pendidik saat ini, menunjukkan bahwa pendidikan adalah jembatan kemajuan bagi masyarakat pegunungan.
Tidak ada komentar