MENU Minggu, 17 Mei 2026

DP3AKB Papua Tengah Gelar Ibadah Syukur, Dimulainya Pelayanan di Kantor Baru

waktu baca 2 menit
Selasa, 3 Feb 2026 15:33 747 admin

NABIRE – Pemerintah Provinsi Papua Tengah mengawali aktivitas kerja Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Papua Tengah dengan menggelar ibadah syukur di kantor baru DP3AKB yang berlokasi di Jalan Merdeka, Kelurahan Karang Mulia, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, pada Selasa (3/2/2026).

Ibadah syukur tersebut dirangkaikan dengan penyerahan kunci kantor dari Badan Pekerja Klasis KINGMI, sebagai simbol dimulainya pelayanan DP3AKB di gedung baru. Momentum ini menjadi sarana spiritual untuk menata niat, memperkuat komitmen, serta menyelaraskan langkah seluruh jajaran DP3AKB dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat Papua Tengah, khususnya perempuan, anak, dan keluarga.

Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Staf Ahli II Pemerintah Provinsi Papua Tengah, Herman Kayame, menegaskan bahwa DP3AKB memegang peran strategis dalam pembangunan daerah. Menurut Gubernur, masa depan Papua Tengah sangat ditentukan oleh bagaimana pemerintah memuliakan perempuan, melindungi anak-anak, serta membangun keluarga yang kuat dan sejahtera.

“Dari keluargalah nilai, karakter, dan kualitas sumber daya manusia Papua Tengah dibentuk. Karena itu, DP3AKB menjadi benteng pertahanan bagi kelompok masyarakat yang paling rentan,” ujar Gubernur.

Gubernur juga menyampaikan ucapan selamat mengawali aktivitas kerja kepada seluruh jajaran DP3AKB Provinsi Papua Tengah. Ia berharap semangat baru yang diawali dengan ibadah syukur ini dapat menjadi energi positif untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

DP3AKB diharapkan fokus pada perlindungan perempuan dan anak, pemberdayaan perempuan, penguatan keluarga, serta pengelolaan data yang akurat dan berkelanjutan. Gubernur juga menekankan pentingnya menjawab persoalan nyata di masyarakat, seperti kekerasan dalam rumah tangga, pemenuhan hak anak, ancaman sosial terhadap generasi muda, serta hambatan budaya yang membatasi peran perempuan dalam pembangunan.

LAINNYA
error: Content is protected !!