MENU Selasa, 12 Mei 2026

Harmoni Iman dan Budaya, Pemprov Papua Tengah Buka KBB ISKIM 2026 di Nabire

waktu baca 2 menit
Selasa, 12 Mei 2026 12:24 31 admin

NABIRE – Dua dekade pengabdian International Sion Kids Movement (ISKIM) di Tanah Papua tidak hanya tercatat sebagai sejarah pelayanan rohani, tetapi juga sebagai kontribusi nyata dalam membangun jembatan kerukunan di tengah masyarakat yang majemuk. Hal ini menjadi sorotan utama dalam perayaan Kebaktian Budaya Bangsa (KBB) Tahun 2026 yang digelar di Aula Bethesda, Nabire, Selasa (12/5/2026).

Dalam Sambutan, Plt. Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah, Alanthino Wiay, hadir mewakili Gubernur menegaskan kehadiran ISKIM telah membantu mencetak generasi muda yang tidak hanya saleh secara spiritual, tetapi juga memiliki cinta tanah air yang kuat.

“Perjalanan 20 tahun ISKIM menjadi bukti kesetiaan dalam pelayanan serta kepedulian terhadap pembinaan generasi muda. Mereka adalah agen perubahan yang membawa nilai-nilai kasih ke tengah keberagaman suku dan budaya di Papua Tengah,” ujar Alanthino membacakan sambutan Gubernur.

Kegiatan akan berlangsung mulai 12 – 14 Mei 2026. Pada hari ini Perayaan bertepatan dengan ulang tahun ke-20 ISKIM ini dihadiri oleh ratusan jemaat, tokoh adat, dan perwakilan pemerintah.

Ketua Panitia KBB 2026 menjelaskan bahwa tema tahun ini dirancang khusus untuk menunjukkan bagaimana nilai-nilai iman dapat diterjemahkan into tindakan sosial yang mempersatukan. Dalam dua puluh tahun terakhir, ISKIM telah melibatkan ribuan anak dan remaja dari berbagai latar belakang suku untuk belajar bersama, menyanyi, dan melayani masyarakat tanpa memandang perbedaan.

“Kami ingin menunjukkan bahwa gereja dan organisasi pemuda bisa menjadi ruang netral tempat anak-anak Papua belajar menghargai satu sama lain. Ini adalah modal sosial terbesar bagi stabilitas daerah,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Pemprov Papua Tengah melalui Gubernur memberikan apresiasi setinggi-tingginya. Pemprov berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan-kegiatan berbasis komunitas seperti ISKIM, karena dinilai efektif dalam pencegahan konflik sejak dini melalui pendekatan hati dan budaya.

Dalam amanat, Gubernur Meki menekankan bahwa Papua Tengah adalah tanah yang diberkati dengan keberagaman. Oleh karena itu, setiap elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan, memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga harmoni.

“Melalui KBB ini, kita diajak untuk membangun kehidupan yang harmonis berdasarkan nilai-nilai iman, budaya, dan kasih kepada sesama. Jangan biarkan sekat-sekat suku atau agama memecah belah kita,” tegasnya.

Acara dilanjutkan dengan ibadah syukur yang dipimpin oleh para hamba Tuhan dari berbagai denominasi gereja, serta penampilan seni budaya dari anak-anak binaan ISKIM yang menampilkan kolaborasi musik tradisional Papua dan lagu-lagu rohani, simbolisasi dari perpaduan iman dan budaya yang rukun.

LAINNYA
error: Content is protected !!