MENU Kamis, 30 Apr 2026

Harga Beras di Intan Jaya Naik 9,33%, Pemprov Papua Tengah Tancap Gas 6 Langkah Kendalikan Inflasi

waktu baca 2 menit
Kamis, 30 Apr 2026 08:00 71 Yan Willim

NABIRE – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah menggelar Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Ruang Rapat Wakil Gubernur, Rabu (29/4/2026) kemarin, merespons lonjakan harga pangan di wilayah pegunungan.

Rapat dipimpin Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Papua Tengah, Tumiran, bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Nabire dan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) strategis.

Kabupaten Intan Jaya menjadi sorotan utama setelah harga beras tercatat naik 9,33 persen. Komoditas lain seperti minyak goreng, telur, dan daging ayam juga tembus jauh di atas rata-rata nasional.

“Pemicunya jelas: kondisi geografis yang sulit, hambatan distribusi, serta ketergantungan pasokan dari luar daerah,” ujar Tumiran.

Tumiran menegaskan Pemprov tancap gas menjalankan 6 langkah konkret arahan Kemendagri untuk meredam gejolak harga. Langkah tersebut meliputi operasi pasar, sidak ke distributor, kerja sama antar daerah, gerakan pangan murah, percepatan subsidi ongkos angkut, hingga pengawasan ketat penimbunan.

“Inflasi Papua Tengah punya karakter khusus. Semua intervensi harus spesifik wilayah, cepat, dan berbasis data,” tegas Tumiran.

Untuk jangka panjang, Pemprov menyiapkan empat strategi utama: dorongan produksi pangan lokal, penguatan TPID kabupaten, pembangunan sistem data harga real time, serta perluasan gerakan pangan murah dan gerakan menanam.

Tujuannya, kata Tumiran, untuk menjaga daya beli masyarakat dan memastikan gejolak harga tidak mengganggu stabilitas sosial ekonomi Papua Tengah, terutama menjelang momentum permintaan tinggi.

LAINNYA
error: Content is protected !!