MENU Kamis, 21 Mei 2026

BPD GBI Papua Tengah Gelar Sidang Majelis Gembala, Gubernur Ajak Perkuat Persatuan dan Pelayanan

waktu baca 3 menit
Kamis, 21 Mei 2026 15:41 26 Yan Willim

NABIRE – Badan Pengurus Daerah (BPD) Gereja Bethel Indonesia (GBI) Provinsi Papua Tengah menggelar Sidang Majelis Daerah Khusus Gembala Tahun 2026 di Nabire. Acara strategis yang berlangsung pada 21–22 Mei 2026 ini mengusung tema “Sehati Menuntaskan Amanat Agung” dengan subtema “Pemimpin Berintegritas yang Merindukan Revival”.

Kegiatan ini diikuti oleh 78 gembala dan pelayan Tuhan dari berbagai wilayah pelayanan di Papua Tengah dan Papua Pegunungan.

Turut hadir dalam acara tersebut Staf Ahli II Bidang Perekonomian, Keuangan, dan Pembangunan Setda Papua Tengah, Herman Kayame, S.T., M.T., yang mewakili Gubernur Meki Nawipa,Ketua BPD GBI Papua Tengah, Pdt. Nelvin Bondi Potoh, Ketua GBI Wilayah Nabire Pdt.Otis Money, para Majelis Gembala serta tokoh masyarakat, adat, dan agama sebagai bentuk dukungan terhadap harmonisasi sosial dan keagamaan.

Dalam sambutannya, Herman Kayame menyampaikan pesan penting dari Gubernur Meki Nawipa.

Ia menekankan bahwa sidang ini merupakan momentum krusial untuk memperkuat pelayanan, mempererat persatuan antarjemaat, serta merumuskan langkah-langkah strategis bagi pertumbuhan gereja ke depan.

Mengutip firman Tuhan, Herman mengingatkan para gembala agar memimpin kawanan domba Allah dengan sukarela dan penuh kasih, bukan dengan keterpaksaan.

“Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah. Kiranya firman Tuhan ini menjadi penguatan bagi seluruh gembala dan pelayan Tuhan untuk terus melayani dengan kasih, kerendahan hati, dan penuh tanggung jawab,” ujar Herman Kayame membacakan amanat Gubernur.

Gubernur juga mengucapkan selamat atas terselenggaranya sidang dan berharap rangkaian kegiatan berjalan lancar, menghasilkan keputusan terbaik, serta membawa kemuliaan bagi nama Tuhan.,

Ketua Panitia, Daud Money, menjelaskan bahwa pelaksanaan ini berlandaskan Surat Keputusan Ketua BPD GBI Papua Tengah Nomor 047-17/SK-BPD/040-SK/010/25 tentang pembentukan panitia.

Daud mengungkapkan bahwa total anggaran kegiatan mencapai Rp203.213.000. Dana tersebut dihimpun secara transparan dari berbagai sumber, termasuk subsidi dari wilayah pelayanan, kontribusi pendaftaran peserta, serta dukungan internal organisasi gereja.

“Total anggaran kegiatan sebesar Rp203.213.000 yang berasal dari subsidi, pendaftaran peserta, dan dukungan berbagai pihak,” jelas Daud Money.

Penjelasan rinci mengenai anggaran ini menunjukkan komitmen GBI Papua Tengah dalam menerapkan tata kelola organisasi yang akuntabel dan terbuka.

Sidang Majelis Daerah Khusus ini tidak hanya membahas aspek teologis, tetapi juga strategi praktis untuk menjawab tantangan pelayanan di wilayah Papua Tengah dan Papua Pegunungan. Para peserta diajak untuk menjadi pemimpin yang berintegritas dan memiliki kerinduan mendalam akan kebangunan rohani (revival).

Kehadiran tokoh adat dan agama dalam sidang ini juga menjadi simbol sinergi positif antara institusi gereja dengan elemen masyarakat lainnya. Hal ini sejalan dengan upaya menjaga persatuan dan kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Papua.

Dengan dilaksanakannya sidang ini, GBI Papua Tengah berharap dapat melahirkan generasi pemimpin gereja yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan sosial, sehingga mampu menjadi berkat bagi pembangunan daerah yang adil, bermartabat, dan berkelanjutan.

LAINNYA
error: Content is protected !!