NABIRE – Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini menegaskan komitmen Polda Papua Tengah mendukung penuh kebijakan pemerintah pusat dan daerah untuk mempercepat pembangunan di Provinsi Papua Tengah. Pernyataan disampaikan usai rapat bersama Wamen PUPR Diana Kusumastuti, Wamendagri Ribka Haluk, Gubernur Meki Frits Nawipa, dan Forkopimda di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, Rabu (03/06/2026).
Kapolda bilang kehadiran Polri tak hanya jaga kamtibmas, tapi juga dukung program strategis pemerintah. Fokus utama: infrastruktur kebutuhan dasar masyarakat Papua Tengah.
“Polda Papua Tengah akan mendukung kebijakan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan di provinsi ini. Kami siap mengawal pembangunan infrastruktur, baik pembangunan jalan, kawasan perkantoran maupun berbagai fasilitas pelayanan publik lainnya,” ujar Jermias Rontini.
Dukungan diwujudkan lewat pengamanan proyek, pengawasan pelaksanaan, hingga cegah gangguan keamanan yang bisa hambat pembangunan.
“Polisi akan membantu dari sisi pengawasan pembangunan maupun mengantisipasi adanya gangguan-gangguan dari para pelaku kriminal yang dapat menghambat pelaksanaan pembangunan,” katanya.
Untuk optimal, Polda akan bangun koordinasi intensif dengan Pemprov, pemkab, kementerian, dan lembaga pelaksana program. “Kami akan koordinasi dengan seluruh stakeholder untuk susun langkah teknis terkait peran Polri mendukung pembangunan di Papua Tengah,” jelasnya.
Kapolda nilai DOB Papua Tengah langkah strategis pemerintah untuk pemerataan pembangunan di Tanah Papua. Pembentukan DOB buka peluang negara menjangkau wilayah sulit tersentuh.
Ia soroti pentingnya jalan sebagai kunci konektivitas. “Papua Tengah sangat butuh pembangunan jalan yang hubungkan Mimika, Dogiyai, Nabire, Intan Jaya, Puncak Jaya hingga Kabupaten Puncak. Konektivitas ini penting untuk percepat pembangunan dan tingkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Jermias bilang masyarakat masih rindu kehadiran negara lewat pembangunan yang jawab kebutuhan dasar.
“Masyarakat masih merindukan sentuhan kehadiran negara untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Harapan masyarakat adalah pembangunan benar-benar sampai ke daerah-daerah dan dapat dirasakan manfaatnya langsung,” katanya.
Ia berharap DOB Papua Tengah jadi momentum percepatan pembangunan merata hingga pelosok. Dengan rentang kendali lebih dekat, program diyakini lebih efektif dan tepat sasaran.
“Semoga dengan hadirnya DOB, pembangunan benar-benar bisa menjangkau daerah-daerah yang belum tersentuh maksimal. Pelayanan dan pelaksanaan pembangunan diharapkan semakin efektif,” tutupnya.
