MENU Kamis, 11 Jun 2026

Pertahankan Peringkat 1 Inovasi di Tanah Papua, Bapperida Papua Tengah Gelar Bimtek Input Data IGA

waktu baca 3 menit
Kamis, 11 Jun 2026 12:29 36 admin

NABIRE – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah terus menggenjot kualitas pelayanan publik melalui penguatan budaya inovasi di lingkungan birokrasi. Badan Perencanaan, Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Papua Tengah menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Tata Cara Penginputan Indeks Government Award (IGA) serta koordinasi teknis aplikasi IGA di Guest House Karang Mulia, Distrik Nabire.

Kegiatan ini dihadiri oleh para operator dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tingkat provinsi dan kabupaten. Tujuannya adalah memastikan data inovasi daerah terinput dengan akurat dalam sistem Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), guna mempertahankan dan meningkatkan capaian kinerja inovasi Papua Tengah di tingkat nasional.

Kepala Bapperida Papua Tengah, Eliezer Yogi, menegaskan bahwa inovasi bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan kewajiban bagi seluruh pemerintah daerah.

“Bukan saatnya lagi kita bekerja secara manual dan biasa-biasa saja. Daerah harus mampu memberikan pelayanan yang lebih cepat melalui inovasi yang dikembangkan sesuai bidang tugas masing-masing OPD.” kata Eliezer kutip media ini.

Ia menekankan bahwa pola kerja konvensional dan manual harus segera ditinggalkan demi efisiensi pelayanan kepada masyarakat.

“Bukan saatnya lagi kita bekerja secara manual dan biasa-biasa saja. Daerah harus mampu memberikan pelayanan yang lebih cepat melalui inovasi yang dikembangkan sesuai bidang tugas masing-masing OPD,” ujar Eliezer.

Ia mencontohkan, layanan yang sebelumnya membutuhkan waktu tiga hingga empat hari, idealnya dapat dipersingkat menjadi satu hari saja melalui pemanfaatan teknologi dan perbaikan sistem. Hal ini sejalan dengan dorongan pemerintah pusat agar daerah menghadirkan terobosan di sektor pendidikan, kesehatan, dan administrasi pemerintahan.

Dalam kesempatan tersebut, Eliezer menyampaikan apresiasi terhadap kebijakan Kemendagri yang menerapkan sistem penilaian IGA berbasis klaster wilayah. Dengan adanya klaster khusus untuk wilayah Tanah Papua, daerah-daerah di timur Indonesia tidak lagi bersaing langsung dengan daerah-daerah besar di Pulau Jawa, sehingga tercipta ruang penilaian yang lebih adil.

Upaya serius ini telah membuahkan hasil. Pada penilaian tahun sebelumnya, Provinsi Papua Tengah berhasil meraih peringkat pertama di antara enam provinsi di Tanah Papua dalam kategori inovasi daerah. Prestasi tersebut diserahkan langsung kepada Gubernur Papua Tengah di Jakarta.

“Prestasi ini sangat membanggakan, tetapi mempertahankan dan meningkatkan capaian tersebut tentu jauh lebih sulit. Karena itu kami berharap seluruh OPD dapat serius mengawal program inovasi yang telah ditetapkan,” tegas Eliezer.

Bapperida menargetkan OPD yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, seperti Dinas Kesehatan, Disdukcapil, dan DPMPTSP, untuk menjadi garda terdepan dalam menciptakan inovasi. Melalui bimtek ini, para operator dibekali pemahaman mendalam mengenai 16 indikator wajib dalam aplikasi IGA agar nilai yang diperoleh maksimal.

Selain untuk kepentingan penilaian nasional, Bapperida juga berencana menggelar pameran atau expo inovasi daerah pada momentum tertentu, seperti Hari Ulang Tahun Provinsi Papua Tengah. Langkah ini bertujuan agar setiap OPD dapat memamerkan karya inovasinya dan memicu semangat studi tiru antar-kabupaten di wilayah Papua Tengah.

Dengan pendampingan teknis yang intensif, Pemprov Papua Tengah optimis kualitas layanan pemerintahan akan terus meningkat, memberikan manfaat nyata, dan memperkuat posisi Papua Tengah sebagai daerah dengan tata kelola inovasi terbaik di kawasan timur Indonesia. *

LAINNYA
x
error: Content is protected !!