
NABIRE -Puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 Provinsi Papua Tengah digelar meriah di Halaman Kantor Gubernur eks Bandara Lama, Nabire, pada Rabu (22/7/2026). Dalam momen bersejarah yang diisi dengan konser rohani, doa pemulihan, serta peluncuran program “Bangkit Papua Tengah”, Gubernur Meki Nawipa, SH., menyampaikan apresiasi khusus kepada Ketua Panitia Khusus (Pansus) DPR RI, Komarudin Watubun.
Gubernur Meki mengungkapkan peran krusial Komarudin Watubun dalam proses pembahasan evaluasi dan perubahan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus (Otsus) Papua, yang menjadi landasan hukum pemekaran wilayah di Tanah Papua.
Dalam sambutannya, Gubernur Meki mengenang perjuangan panjang masyarakat Papua hingga terbentuknya empat provinsi baru: Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Selatan, dan Papua Barat Daya. Ia menekankan bahwa keberadaan pemimpin asli Papua saat ini adalah buah dari perjuangan legislatif yang dipimpin oleh Komarudin Watubun.
“Dulu kita hanya memiliki dua gubernur di Jayapura dan Manokwari. Sekarang, berkat hasil kerja Pansus yang dipimpin Pak Komarudin, kita memiliki enam gubernur dan enam wakil gubernur asli Papua. Posisi strategis seperti Ketua DPR, Ketua MRP, hingga tingkat kabupaten kini diisi oleh putra daerah,” ujar Meki.
Ia menyatakan bahwa kehadiran Komarudin Watubun dalam acara tersebut merupakan bukti nyata dukungan nasional terhadap eksistensi Provinsi Papua Tengah.
Poin paling menarik dari sambutan Gubernur adalah pengungkatan alasan strategis mengapa Nabire ditetapkan sebagai ibu kota Provinsi Papua Tengah. Menurut Meki, keputusan ini sangat dipengaruhi oleh pandangan Komarudin Watubun yang berpihak pada kepentingan Orang Asli Papua (OAP).
“Bapak Komarudin dengan hati yang rendah namun tegas mengatakan ‘tidak’ jika ibu kota tidak menguntungkan OAP. Beliau melihat bahwa Nabire adalah titik strategis yang dapat menjangkau masyarakat di wilayah pegunungan seperti Deiyai, Dogiyai, dan Paniai melalui jalur darat. Jika bukan karena visi beliau, ibu kota kita mungkin berada di tempat lain,” jelas Meki.
Pernyataan ini disambut tepuk tangan meriah dari ribuan warga Nabire yang hadir, mengingat kembali sejarah panjang perjuangan penetapan ibu kota provinsi.
Selain momen reflektif sejarah, acara puncak HUT ke-4 ini juga menjadi ajang peluncuran resmi program “Bangkit Papua Tengah”. Program ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui bantuan gizi bagi balita, sebagaimana telah diumumkan sebelumnya.
Rangkaian acara ditutup dengan konser musik rohani yang menghadirkan penyanyi lokal dan nasional, serta doa bersama untuk kedamaian dan kemajuan Papua Tengah. Gubernur Meki mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersatu, bekerja keras, dan menjaga persaudaraan demi masa depan daerah yang lebih sejahtera.