NABIRE – Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, mengajak seluruh lapisan masyarakat di provinsi tersebut untuk melaksanakan doa bersama massal guna menghadapi dampak cuaca ekstrem fenomena El Nino. Ajakan ini disampaikan melalui video pesan singkat dari ruang kerjanya pada Rabu (2/9/2026).
Gerakan spiritual ini dijadwalkan berlangsung serentak pada Kamis (3/9/2026), mulai pukul 05.00 hingga 18.00 Waktu Indonesia Timur (WIT). Kegiatan ini bertujuan untuk memohon keselamatan, ketahanan, dan pemulihan bagi wilayah Papua Tengah yang tengah dilanda kekeringan, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta fenomena embun beku (frost) di sejumlah dataran tinggi.
Gubernur Meki Nawipa menekankan bahwa doa bersama ini merupakan bentuk ikhtiar kolektif seluruh elemen masyarakat tanpa memandang latar belakang keyakinan. Ia memberikan panduan fleksibel agar setiap umat dapat beribadah sesuai dengan tata cara agamanya masing-masing:
•Umat Islam: Diminta melaksanakan doa, salat Istisqa (mohon hujan), dan puasa sunnah.
•Umat Kristen & Katolik: Melaksanakan doa dan ibadah sesuai liturgi gereja masing-masing.
•Umat Hindu: Melakukan persembahyangan dan doa suci.
•Umat Buddha: Mengikuti puja bakti, meditasi, serta pembacaan paritta atau sutra.
“Saat ini kita menghadapi kondisi cuaca ekstrem El Nino yang berdampak pada kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, serta embun beku. Diperlukan kebersamaan seluruh elemen masyarakat untuk menghadapi kondisi tersebut,” ujar Meki Nawipa dalam videonya.
Menyikapi kegiatan skala besar ini, Gubernur juga memberikan instruksi khusus kepada seluruh Kepala Perangkat Daerah (OPD). Ia meminta agar aparatur sipil negara (ASN) yang ingin berpartisipasi dalam doa bersama diberikan kesempatan, namun dengan catatan utama: pelayanan publik tidak boleh terganggu.
“Yang mengikuti kegiatan ini tidak mengganggu disiplin kerja serta pelayanan kepada masyarakat harus tetap berjalan secara optimal,” tegas Gubernur Meki Nawipa.
Instruksi ini memastikan bahwa meskipun ada momentum spiritual massal, roda pemerintahan dan akses masyarakat terhadap layanan dasar tetap terjaga dengan baik.
Memperkuat Solidaritas di Tengah Krisis Iklim
Fenomena El Nino telah menyebabkan penurunan curah hujan signifikan di berbagai wilayah Papua Tengah, yang berpotensi memicu krisis air bersih dan gagal panen. Selain itu, suhu dingin ekstrem di wilayah pegunungan telah menyebabkan kerusakan pada tanaman hortikultura warga akibat embun beku.
Melalui seruan ini, Pemerintah Provinsi Papua Tengah berharap dapat memperkuat semangat solidaritas dan gotong royong. Doa bersama diharapkan tidak hanya menjadi ritual spiritual, tetapi juga momentum untuk menyatukan langkah masyarakat dalam mitigasi bencana alam dan adaptasi perubahan iklim.
“Tuhan memberkati kita semua,” pungkas Gubernur Meki Nawipa mengakhiri pesannya.