MENU Kamis, 24 Sep 2026

Rapimprov Kadin: Gubernur Meki Nawipa Beberkan Strategi Dongkrak Ekonomi Papua Tengah

waktu baca 3 menit
Kamis, 24 Sep 2026 04:53 84 Yan Willim

NABIRE – Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, mendorong Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Papua Tengah untuk tidak lagi bergantung sepenuhnya pada proyek-proyek pemerintah. Ia mengajak para pengusaha lokal mulai membangun bisnis yang berkelanjutan dan berbasis pada potensi ekonomi daerah yang nyata.

Pesan tegas tersebut disampaikan Meki dalam Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) II Kadin Papua Tengah 2026 di Nabire, Kamis (24/9/2026). Forum ini bertujuan memperkuat kemitraan strategis antara pemerintah provinsi dan dunia usaha dalam menggerakkan roda perekonomian daerah.

“Bisnis tidak butuh orang pintar, tapi butuh orang kerja keras, orang jujur, dan orang disiplin.”kata Meki Fritz Nawipa.

Meki menyoroti sejumlah hambatan utama yang masih dihadapi pelaku usaha di Papua Tengah, mulai dari tingginya biaya logistik, keterbatasan sumber daya manusia (SDM), hingga kesulitan pemasaran produk ke luar daerah.

Ia menjelaskan bahwa produk khas Papua Tengah sering kali mengalami penolakan atau ditawar dengan harga rendah oleh pasar di Pulau Jawa karena dianggap belum sesuai dengan standar kebutuhan pasar nasional. Kondisi ini diperparah dengan biaya distribusi yang tinggi, sehingga margin keuntungan pengusaha lokal menjadi sangat tipis.

“Pengusaha di Pulau Jawa, misalnya, belum tentu menerima produk Papua Tengah karena dianggap tidak sesuai dengan kebutuhan pasar. Barang yang sudah dikirim juga terkadang ditawar dengan harga rendah,” ujar Meki.

Menyinggung kualitas SDM, Gubernur Meki menekankan bahwa keberhasilan usaha tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, melainkan oleh karakter kerja. Ia menilai Papua Tengah membutuhkan tenaga kerja yang memiliki kreativitas, inovasi, dan konsistensi.

“Bisnis tidak butuh orang pintar, tapi butuh orang kerja keras, orang jujur, dan orang disiplin,” tegasnya.

Selain itu, isu upah minimum yang berada di kisaran Rp4 juta juga menjadi tantangan bagi sebagian pengusaha kecil. Meki meminta Kadin menjadi mitra strategis pemerintah dalam memberikan masukan kebijakan, agar regulasi upah dapat melindungi pekerja sekaligus tetap memberi ruang bagi pertumbuhan usaha lokal.

Dalam aspek investasi, Meki menyoroti pentingnya pola kerja sama yang adil terkait kepemilikan tanah adat. Ia meminta Kadin membantu memberikan edukasi kepada masyarakat adat mengenai model kemitraan ekonomi, seperti sewa tanah atau kepemilikan saham, agar masyarakat turut merasakan manfaat dari investasi yang masuk.

“Kalau mau maju, harus grup. Kalau sendiri, orang bunuh kita,” kata Meki, menekankan pentingnya kolaborasi dan kebersamaan dalam menghadapi dinamika bisnis.

Untuk mendukung iklim usaha, Pemprov Papua Tengah tengah menyiapkan sejumlah infrastruktur kunci:
1.Pelabuhan Nelayan Nabire: Saat ini masih dalam tahap penyusunan Detail Engineering Design (DED) dan ditargetkan pembangunan fisik dimulai tahun depan.
2.Cold Storage: Pembangunan fasilitas pendingin untuk mendukung rantai pasok hasil perikanan dan pertanian.
3.Pelabuhan Pomako (Mimika): Optimalisasi pengelolaan dengan dukungan fasilitas air bersih, pabrik es, dan pendingin.

Di sektor peternakan, pemerintah akan membangun 10 unit kandang ayam pedaging sistem close house di Timika, serta empat unit kandang ayam petelur yang tersebar di Nabire dan Timika. Sementara di sektor pertanian, pengembangan bibit sorgum dan komoditas kopi lokal (seperti Kopi Paniai, Kopi Nabire, dan Kopi Intan Jaya) terus digenjot dengan strategi pengemasan dan branding yang lebih menarik.

Menutup arahannya, Meki meminta Kadin Papua Tengah segera menyusun program kerja sama prioritas untuk tahun 2027. Pemerintah juga tengah mempersiapkan pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai instrumen baru untuk memperluas kolaborasi dengan mitra usaha.

“Pembangunan ekonomi Papua Tengah membutuhkan kerja sama pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat secara berkelanjutan. Saya mengingatkan seluruh pihak agar konsisten menjalankan program yang telah disepakati,” pungkas Meki.

STATISTIK PEMBACA

LAINNYA