DEIYAI — Yeki Tobai terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Boteuka Wogee Mee Selatan periode 2026–2031 dalam Musyawarah Besar (Mubes) Lembaga Masyarakat Adat Boteuka Wogee Mee Selatan ke-I Tahun 2026 yang berlangsung di Kabupaten Deiyai, Papua Tengah, pada Sabtu (31/10/2026).
Terpilihnya Yeki Tobai secara aklamasi menjadi momentum penting bagi masyarakat adat Boteuka Wogee Mee Selatan dalam memperkuat persatuan, menjaga nilai-nilai adat, serta membangun kepemimpinan adat yang mampu menjawab berbagai tantangan masyarakat di masa mendatang.
Musyawarah besar tersebut mengusung tema “Melalui Musyawarah Mari Bersatu Kita Kuat, Bercerai Kita Runtuh.” Tema ini menegaskan pentingnya persatuan, kebersamaan, dan semangat kekeluargaan dalam menjaga keberlangsungan lembaga adat serta memperkuat solidaritas masyarakat.
Melalui pelaksanaan Mubes ke-I ini, LMA Boteuka Wogee Mee Selatan diharapkan semakin memperkuat peran lembaga adat sebagai wadah pemersatu masyarakat, penjaga nilai-nilai budaya, serta mitra strategis pemerintah dalam mendorong pembangunan yang menghormati hak dan kearifan lokal masyarakat adat.

Kepemimpinan Yeki Tobai untuk periode 2026–2031 diharapkan mampu membawa semangat baru dalam memperkuat kelembagaan adat, menjaga keharmonisan sosial, menyelesaikan persoalan masyarakat melalui pendekatan adat, serta mendorong keterlibatan generasi muda dalam melestarikan budaya dan tradisi leluhur.
Terpilihnya ketua secara aklamasi juga diharapkan menjadi dasar untuk membangun konsolidasi internal, memperkuat kepercayaan masyarakat, dan menyatukan berbagai elemen masyarakat adat Boteuka Wogee Mee Selatan dalam satu visi bersama.
Dengan semangat persatuan, penghormatan terhadap adat, dan komitmen menjaga warisan leluhur, LMA Boteuka Wogee Mee Selatan diharapkan dapat menjalankan perannya secara konsisten selama periode kepengurusan 2026–2031.