MENU Minggu, 25 Okt 2026

Atasi Kekurangan Dokter Spesialis, Pemprov Papua Tengah Gandeng FK Unhas Gelar Program Pra-PPDS

waktu baca 2 menit
Minggu, 25 Okt 2026 04:57 67 admin

MAKASSAR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah menggandeng Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (FK Unhas) untuk menyelenggarakan Program Pra-Pendidikan Dokter Spesialis (Pra-PPDS). Program ini dikhususkan bagi dokter umum asal Papua Tengah guna memenuhi kekurangan dokter spesialis di daerah tersebut.

Kesepakatan kolaborasi ini lahir dari audiensi resmi yang berlangsung di Kampus Unhas, Makassar, Jumat (23/10/2026).

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinas Kesehatan Papua Tengah, Kristianus Tebai, menyatakan bahwa program ini merupakan respons atas tingginya kebutuhan pelayanan kesehatan yang belum sebanding dengan jumlah dokter spesialis. Kondisi geografis Papua Tengah yang menantang menuntut ketersediaan SDM kesehatan yang terencana, bukan sekadar solusi jangka pendek.

Dalam pelaksanaannya, penentuan jenis spesialisasi dokter tidak didasarkan pada minat subjektif. Kristianus menegaskan, pemetaan data yang akurat menjadi fondasi utama program ini.

Pihak FK Unhas menekankan pentingnya menggunakan data riil seperti jumlah pasien, pola penyakit (morbiditas), dan kebutuhan spesifik rumah sakit di Papua Tengah sebagai acuan. Pendekatan ini menjamin agar investasi pendidikan benar-benar menjawab masalah kesehatan yang dihadapi masyarakat di lapangan.

Program Pra-PPDS akan diawali dengan tes “baseline” untuk mengukur kemampuan awal calon peserta. Tim FK Unhas dijadwalkan akan turun langsung ke Papua Tengah untuk melaksanakan asesmen tersebut.

Hasil tes ini selanjutnya digunakan untuk menyusun program pembimbingan, pemagangan, dan persiapan akademik yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing peserta, baik secara individu maupun berkelompok.

“Program ini bukan bentuk pengurangan standar pendidikan dokter spesialis. Sebaliknya, ini adalah upaya meningkatkan kesiapan dan daya saing dokter putra-putri Papua Tengah melalui pembinaan yang matang sebelum memasuki pendidikan formal,” ujar Kristianus.

Dekan FK Unhas, Prof. Dr. dr. Haerani Rasyid, M.Kes., Sp.PD-KGH., Sp.GK., FINASIM, menyambut positif kolaborasi ini. Kehadirannya bersama jajaran Wakil Dekan dan pengelola Program PPDS menunjukkan komitmen institusi untuk mendukung pengembangan SDM kesehatan Papua Tengah.

Sebagai tindak lanjut, FK Unhas akan segera menyusun proposal teknis untuk pelaksanaan tes *baseline* di Papua Tengah. Sementara itu, Dinkes Papua Tengah akan menginventarisasi dokter asal daerah yang saat ini sedang menempuh pendidikan PPDS, termasuk status kepegawaian dan asal fasilitas kesehatan mereka.

Program ini diharapkan menjadi investasi jangka panjang agar pembangunan infrastruktur kesehatan di Papua Tengah dapat diimbangi dengan ketersediaan tenaga medis spesialis yang kompeten dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

STATISTIK PEMBACA

LAINNYA
error: Content is protected !!