MENU Jumat, 23 Okt 2026

Pemprov dan Pemkab Nabire Gandeng Gen Z serta BMP Perangi Stunting dan Bangun Karakter Kebangsaan

waktu baca 3 menit
Jumat, 23 Okt 2026 01:54 29 admin

NABIRE – Barisan Merah Putih (BMP) Papua Tengah bersama Generasi Z didorong menjadi agen perubahan dalam upaya pencegahan stunting, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta penyebaran energi positif bela negara di era digital.

Hal ini disampaikan dalam kegiatan “Aksi Nyata Sadar Stunting, Menyebarluaskan Energi Positif Bela Negara” yang digelar di Gedung Guest House, Jalan Merdeka, Karang Mulia, Kabupaten Nabire, Jumat (23/10/2026).

Gubernur Papua Tengah Meki F. Nawipa, yang sambutannya dibacakan oleh Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Papua Tengah, Alanthino Wiay, menegaskan bahwa Generasi Z bukan sekadar generasi penerus, melainkan penentu arah masa depan daerah. Ia mengajak anak muda untuk berpikir kritis, bertindak positif, serta menggunakan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.

“Pembangunan daerah tidak cukup hanya melalui infrastruktur fisik, tetapi harus disertai peningkatan kualitas manusia agar anak-anak Papua Tengah tumbuh sehat, mendapat pendidikan baik, dan memiliki karakter kuat,” ujar Alanthino membacakan sambutan gubernur.

Terkait pencegahan stunting, Meki menekankan bahwa hal tersebut merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah atau tenaga kesehatan. Generasi muda dapat berkontribusi melalui langkah nyata, seperti mengedukasi teman sebaya tentang gizi, mendukung kegiatan posyandu, dan menyebarluaskan informasi kesehatan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Selain isu kesehatan, Gubernur juga menyoroti pentingnya semangat bela negara di ruang digital. Ia mengimbau generasi muda untuk menjadikan media sosial sebagai ruang berbagi inspirasi, menolak hoaks, dan menjaga persaudaraan. “Jangan biarkan jari kita lebih cepat menyebarkan kebencian daripada kebaikan,” demikian pesan dalam sambutan tersebut.

Sementara itu, Wakil Bupati Nabire Burhanuddin Pawennari, yang membacakan sambutan Bupati Mesak Magai, menyatakan bahwa stunting merupakan persoalan yang memengaruhi pertumbuhan, perkembangan, dan kualitas SDM di masa depan. Pencegahannya perlu dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari masa remaja, sebelum kehamilan, selama kehamilan, hingga anak berusia dua tahun.

Pemerintah Kabupaten Nabire mendorong generasi muda untuk bijak menggunakan ruang digital, menolak ujaran kebencian, menjunjung nilai-nilai Pancasila, dan membawa informasi kesehatan yang benar kepada masyarakat melalui kampanye di sekolah maupun komunitas.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Generasi Z Papua Tengah, Marsel Asyerem, mengajak rekan-rekannya untuk mengambil peran strategis. Ia menyebutkan langkah konkret seperti gotong royong, menjaga kebersihan lingkungan, menerapkan pola makan sehat, dan membangun narasi positif di media sosial sebagai wujud kepedulian terhadap stunting dan persatuan bangsa.

“Generasi Z bersama Barisan Merah Putih Papua memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan bangsa sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap persoalan stunting di Papua Tengah,” kata Marsel.

Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada tahap diskusi, melainkan menghasilkan tindak lanjut berupa kampanye digital sadar stunting, edukasi di sekolah dan kampus, serta gerakan positif di lingkungan masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah, komunitas pemuda, keluarga, dan dunia pendidikan dinilai menjadi kunci untuk membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter cinta tanah air.

STATISTIK PEMBACA

LAINNYA
error: Content is protected !!